Kreasik — Kemitraan Manulife Indonesia dan Bank DBS Indonesia melahirkan Manulife Ultima+, produk asuransi jiwa yang diklaim sebagai solusi warisan lintas generasi. Klaim ini perlu diuji lebih dalam, mengingat kompleksitas perencanaan warisan modern. Apakah produk ini benar-benar menawarkan nilai tambah signifikan atau sekadar memanfaatkan sentimen keluarga?
Ancaman Dominasi "Base" dan Potensi Konflik Kepentingan

Produk asuransi yang dijual melalui bank (bancassurance) seringkali menghadapi tantangan independensi. Bank memiliki kepentingan menjual produk sebanyak mungkin, sementara nasabah membutuhkan saran objektif. Apakah nasabah DBS benar-benar mendapatkan analisis kebutuhan yang komprehensif, atau hanya ditawarkan produk yang paling menguntungkan bagi bank dan Manulife?
Logika di Balik Angka 120 Tahun: Strategi atau Gimik?
Ultima+ menawarkan perlindungan hingga usia 120 tahun. Ini terdengar fantastis, tetapi secara realistis, berapa banyak orang yang membutuhkan atau mampu membayar asuransi selama periode tersebut? Usia 120 tahun lebih terkesan sebagai marketing gimmick daripada kebutuhan nyata. Fokus seharusnya pada coverage yang optimal di usia produktif dan pensiun.
Fleksibilitas Tertanggung: Pedang Bermata Dua
Kemampuan mengubah tertanggung dan pemegang polis memang menawarkan fleksibilitas. Namun, fleksibilitas ini juga berpotensi menimbulkan masalah hukum dan konflik keluarga di kemudian hari. Perubahan yang tidak terdokumentasi dengan baik atau tidak disetujui oleh semua pihak terkait dapat memicu sengketa waris yang panjang dan mahal.
Verdict: Lebih dari Sekadar Angka
Manulife Ultima+ menawarkan beberapa fitur menarik, seperti manfaat tunai bulanan dan fleksibilitas tertanggung. Namun, klaim sebagai solusi warisan lintas generasi perlu dicermati dengan hati-hati. Produk ini rentan terhadap potensi konflik kepentingan bancassurance dan menawarkan fitur perlindungan hingga usia 120 tahun yang kurang relevan. Nasabah perlu memahami secara mendalam biaya, manfaat, dan risiko sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Lebih penting lagi, konsultasikan dengan perencana keuangan independen untuk mendapatkan nasihat yang objektif dan sesuai dengan kebutuhan spesifik keluarga. Jangan hanya terpaku pada jargon "warisan abadi", tetapi pertimbangkan implikasi jangka panjangnya.
Tinggalkan komentar