Kreasik — Biaya transaksi Ethereum yang lebih rendah, sebuah janji lama yang akhirnya terwujud, ternyata menyimpan paradoks. Lonjakan volume stablecoin hingga US$7,5 triliun per kuartal, dipadu biaya transaksi yang murah, seharusnya menjadi katalis positif. Namun, data terbaru mengungkap sisi gelapnya: ledakan serangan address poisoning.
Efisiensi Gas Berujung Eksploitasi Massal?

Upgrade Fusaka, yang memangkas biaya gas hingga enam kali lipat, menjadi titik balik. Peneliti blockchain Andey Sergeenkov melaporkan lonjakan drastis serangan address poisoning. Biaya transaksi yang rendah memungkinkan penyerang mengirim spam dalam skala masif, mengubahnya dari risiko kecil menjadi ancaman serius.
Logika di Balik Angka 38%
Serangan address poisoning bekerja dengan mengirimkan transfer "debu" dari alamat yang mirip dengan kontak korban. Korban yang tidak teliti dapat salah menyalin alamat dari riwayat transaksi. Sebelum Fusaka, penyerang mengirim sekitar 30.000 transaksi dust per hari. Setelahnya, angka ini melonjak menjadi 167.000, bahkan sempat mencapai 510.000 transaksi per hari.
Kerugian Melonjak: Bukan Sekadar Angka Statistik
Dalam dua bulan pasca-Fusaka, kerugian akibat address poisoning diperkirakan mencapai US$63 juta. Angka ini 13 kali lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Bahkan jika transaksi besar senilai US$50 juta USDT dikecualikan, kerugian masih 2,7 kali lebih tinggi. Ini bukan sekadar peningkatan aktivitas jaringan, melainkan indikasi eksploitasi sistematis.
Prioritaskan Keamanan, Jangan Sekadar Skala
Sergeenkov mengkritik Ethereum Foundation karena terlalu fokus pada skala triliunan dolar tanpa mengimbangi dengan keamanan pengguna. Menurunkan biaya transaksi adalah langkah positif, namun efek samping keamanan harus diantisipasi. Keamanan seharusnya menjadi prioritas setara dengan pertumbuhan jaringan.
Verdict:
Penurunan biaya transaksi Ethereum adalah pedang bermata dua. Memang memacu adopsi dan aktivitas jaringan, namun juga membuka celah bagi eksploitasi massal. Fokus pada skala tanpa memperkuat keamanan sama dengan membangun rumah mewah tanpa fondasi yang kuat. Ethereum perlu segera meninjau ulang protokol keamanannya dan mengimplementasikan solusi mitigasi yang efektif. Jika tidak, janji Ethereum sebagai platform keuangan terdesentralisasi yang aman dan terpercaya akan ternoda oleh eksploitasi yang terus meningkat.
Tinggalkan komentar