Pasar 2026: Dolar Loyo, AI Meletus?

Riya Sharma

Februari 20, 2026

3
Min Read

Kreasik — Elev8 memproyeksikan tahun 2026 sebagai periode penuh turbulensi bagi pasar keuangan global. Pelemahan dolar AS, potensi gelembung AI, dan risiko geopolitik menjadi sorotan utama. Investor perlu bersiap menghadapi volatilitas tinggi dan perubahan arah kebijakan moneter.

Dolar AS: Akhir Era Kejayaan?

 Pasar 2026: Dolar Loyo, AI Meletus?
Gambar Istimewa : cdn.pixabay.com

The Fed di bawah kepemimpinan baru diperkirakan akan mengakhiri era suku bunga tinggi. Transisi ke suku bunga netral akan menekan nilai tukar dolar AS. Target DXY di level 95,5 mungkin tercapai, tetapi penurunan di bawah 92,5 mengindikasikan masalah serius.

Penembusan level 92,5 akan mematahkan tren bullish jangka panjang sejak 2014. Ini membuka potensi penurunan lebih dalam menuju level 89,70. Katalis fundamental yang kuat diperlukan untuk membalikkan tren ini.

Emas Kembali Berkilau? Logika di Balik Angka 38%

Setelah mencetak rekor tertinggi, harga emas mengalami koreksi. Namun, fundamental emas tetap kuat didukung suku bunga riil yang rendah dan pelemahan dolar. Bank sentral dunia terus meningkatkan cadangan emas mereka.

Kekhawatiran terhadap independensi The Fed juga menjadi faktor pendorong harga emas. Investor mencari aset safe haven di tengah ketidakpastian global. Emas berpotensi kembali mencetak rekor tertinggi baru.

Kripto: Konsolidasi atau Koreksi Lebih Dalam?

Bitcoin memulai tahun 2026 dengan tekanan jual yang signifikan. Harganya sempat merosot ke level USD60.000. Pasar kripto kekurangan katalis untuk mendorong reli berkelanjutan.

Regulasi yang semakin matang tidak cukup untuk memicu terobosan baru. Kebijakan moneter global yang mengetat menjadi penghalang utama. Konsolidasi berkepanjangan adalah skenario yang paling mungkin terjadi.

Ancaman Dominasi Base: Gelembung AI Siap Meletus?

Investasi jumbo di sektor AI oleh perusahaan teknologi raksasa memunculkan pertanyaan serius. Apakah proyek-proyek AI ini layak secara ekonomi? Kegagalan monetisasi investasi AI dapat memicu koreksi tajam di pasar saham AS.

Resesi di AS akan memaksa The Fed untuk memangkas suku bunga secara agresif. Ini akan berdampak negatif pada pertumbuhan global. Gelembung AI menjadi ancaman nyata bagi stabilitas keuangan.

Perang Dagang Jilid 2: AS vs China

Kesepakatan perdagangan AS-China perlu dinegosiasikan ulang pada 2026. Negosiasi yang alot dapat memicu perang dagang baru. Ini akan berdampak buruk pada rantai pasok global dan pertumbuhan ekonomi.

Krisis Utang Negara: Bom Waktu yang Menunggu Meledak

Investor mulai mempertanyakan kemampuan pemerintah untuk membayar utang. Imbal hasil obligasi pemerintah jangka panjang mendekati level tertinggi multi-tahun. Hilangnya kepercayaan dapat memicu lonjakan imbal hasil.

Jika AS terpaksa menerapkan Quantitative Easing (QE) atau Yield Curve Control (YCC), kredibilitas dolar AS akan terancam. Prancis dan Inggris juga berisiko mengalami krisis utang.

Verdict:

Elev8 memberikan proyeksi yang masuk akal, tetapi ada satu poin krusial yang terlewat: dampak central bank digital currencies (CBDC). Jika adopsi CBDC meluas, ini dapat mengubah lanskap pasar keuangan secara fundamental, mempengaruhi nilai tukar, dan bahkan mengurangi peran bank sentral tradisional. Investor perlu memantau perkembangan CBDC secara seksama karena berpotensi menjadi game changer di tahun 2026.

Tinggalkan komentar

Related Post