OJK Genjot Literasi Keuangan Nasional & Syariah

Riya Sharma

November 9, 2025

2
Min Read

Kreasik — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menggencarkan program edukasi dan perlindungan konsumen sebagai respons terhadap perkembangan pesat sektor keuangan digital dan syariah. Hingga Oktober 2025, lebih dari 200 juta peserta telah berpartisipasi dalam 42.121 program literasi keuangan yang diadakan secara daring maupun luring di seluruh Indonesia.

Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, menekankan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan adalah prioritas utama untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap industri jasa keuangan.

OJK Genjot Literasi Keuangan Nasional & Syariah
Gambar Istimewa : infobanknews.com

Sepanjang tahun ini, OJK telah menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk anggota Dharma Pertiwi, program OJK dan LPS Mengajar, serta webinar World Investor Week bersama IOSCO. Selain itu, OJK juga menerbitkan buku perencanaan keuangan keluarga bersama BKKBN.

Puncak dari kegiatan literasi keuangan tahun ini adalah Financial Expo (FinExpo) 2025 di Surabaya, yang menjadi bagian dari Bulan Inklusi Keuangan (BIK). Selama BIK 2025, tercatat 5.182 kegiatan yang menjangkau 10,8 juta peserta edukasi keuangan, meningkat signifikan sebesar 67,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

FinExpo juga berperan dalam membuka akses keuangan baru, dengan terciptanya 3,55 juta rekening perbankan, 951 ribu polis asuransi, dan 5,01 juta rekening pergadaian. Selain sektor konvensional, OJK juga fokus memperkuat literasi dan ekosistem keuangan syariah.

Melalui berbagai inisiatif seperti Indonesia Islamic Finance Summit 2025, Syariah Financial Fair (SYAFIF), serta Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah Sakinah, OJK berupaya mendorong lahirnya sumber daya manusia (SDM) unggul dan kemandirian ekonomi pesantren serta UMKM.

Upaya literasi keuangan syariah ini juga diperkuat melalui kolaborasi dengan universitas, organisasi perempuan, dan pemerintah daerah. Sinergi ini dianggap penting agar inklusi keuangan dapat tumbuh sejalan dengan peningkatan pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan syariah.

OJK juga menggandeng berbagai universitas dan organisasi perempuan, termasuk melalui program Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SiCantik) di Banten, untuk memperluas jangkauan literasi keuangan syariah berbasis komunitas. Informasi ini dilansir dari Kreasik.id.

Tinggalkan komentar

Related Post