Kreasik — PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) memandang rencana restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor asuransi oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap industri asuransi secara keseluruhan.
Direktur Legal dan Compliance Allianz Life, Hasinah Jusuf, menyampaikan pandangannya di Bogor pada 25 Juni 2024, bahwa perbedaan fokus produk antara BUMN dan perusahaan asuransi swasta menjadi alasan utama. "Menurut saya, perampingan BUMN tidak akan terlalu berpengaruh pada asuransi di luar BUMN, karena segmen pasarnya berbeda," ujarnya.

Menurut Hasinah, BUMN asuransi cenderung fokus pada perlindungan kelompok, sementara Allianz Life lebih banyak melayani nasabah individu. "Asuransi BUMN lebih banyak mengcover kumpulan, sedangkan kita lebih banyak individu. Jadi, dampaknya tidak terlalu besar ke yang individu," jelasnya.
Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) kuartal I 2024 menunjukkan total klaim kesehatan mencapai Rp5,83 triliun, sedikit menurun dari Rp5,96 triliun pada kuartal yang sama tahun sebelumnya. Klaim perorangan mendominasi dengan Rp3,74 triliun, lebih tinggi dari klaim kelompok sebesar Rp2,09 triliun.
Usulan perampingan BUMN asuransi dilontarkan oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, yang menilai ukuran perusahaan BUMN asuransi saat ini terlalu kecil dan kurang kompetitif. Danantara berencana melakukan evaluasi fundamental bisnis dan konsolidasi melalui merger atau perampingan.
Beberapa BUMN asuransi yang termasuk dalam daftar antara lain Perum Jamkrindo, PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), Asuransi Ekspor Indonesia, Jasa Raharja, Askrindo, Jasindo, dan Taspen. Selain itu, terdapat pula AXA Mandiri, BNI Life, dan BRI Life yang terafiliasi dengan bank BUMN.
Tinggalkan komentar