PINTU dan Inachamhk Bidik Kolaborasi Kripto

Riya Sharma

Oktober 18, 2025

2
Min Read

Kreasik — Aplikasi aset kripto PINTU menjajaki potensi kolaborasi dengan Indonesia Chamber of Commerce in Hong Kong (INACHAMHK) untuk mengembangkan industri aset kripto di Indonesia. Pertemuan penting ini berlangsung di kantor PINTU, Jakarta, pada 14 Oktober 2025.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi INACHAMHK yang dipimpin oleh Vice President Brian Chan, bersama dengan sejumlah direktur lainnya, berdiskusi intensif dengan tim PINTU. SVP Strategy & Business PINTU, Andy Putra, menekankan pentingnya Hong Kong sebagai mitra strategis bagi Indonesia, khususnya dalam bidang financial technology.

PINTU dan Inachamhk Bidik Kolaborasi Kripto
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Andy Putra menyatakan, "Pertemuan ini menjadi momentum awal yang baik untuk berbagi pengetahuan, membangun jaringan, dan membuka peluang kolaborasi yang menarik di masa depan." Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan bisnis antara kedua negara dalam sektor aset digital.

Brian Chan dari INACHAMHK menambahkan, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk memahami lebih dalam ekosistem aset digital dan fintech Indonesia yang berkembang pesat. "Kami ingin belajar langsung dari para pemimpin industri seperti PINTU mengenai regulasi, adopsi pasar, dan inovasi dalam industri kripto dan blockchain di Indonesia," ujarnya.

INACHAMHK mengakui PINTU sebagai salah satu perusahaan kripto di Indonesia yang memiliki fondasi kepatuhan yang kuat dan fokus pada edukasi pengguna. Dengan Hong Kong yang terus berupaya menjadi pusat aset virtual global, kunjungan ini dianggap penting untuk memahami bagaimana pelaku pasar di Indonesia membangun kredibilitas dan skalabilitas di industri kripto.

Sebagai informasi, INACHAMHK didirikan pada tahun 2017 sebagai hasil kolaborasi antara Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong dan komunitas bisnis Indonesia-Hong Kong. Organisasi ini berperan penting dalam memfasilitasi perdagangan, investasi, dan kolaborasi lintas batas antara kedua negara.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023, Indonesia menjadi mitra dagang terbesar ke-23 bagi Hong Kong di dunia dan terbesar ke-6 di antara negara-negara ASEAN, dengan total nilai perdagangan mencapai USD3,5 miliar. Sementara itu, Hong Kong juga mencatat pertumbuhan signifikan dalam industri kripto, dengan pertumbuhan volume transaksi sebesar 86 persen pada tahun 2024, memimpin adopsi kripto di Asia Timur.

Tinggalkan komentar

Related Post