OJK: Bantahan, Pansel, dan Aroma Kepentingan

Riya Sharma

Februari 13, 2026

2
Min Read

Kreasik — Bursa calon pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanas. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah rumor keterlibatan nama-nama tertentu. Namun, pembentukan Pansel OJK memunculkan pertanyaan mendasar tentang independensi lembaga pengawas ini.

Pansel OJK: Jaminan Independensi atau Arena Titipan?

 OJK: Bantahan, Pansel, dan Aroma Kepentingan
Gambar Istimewa : mmc.tirto.id

Pembentukan Pansel oleh Presiden Prabowo adalah prosedur standar. Namun, komposisi Pansel itu sendiri menimbulkan tanda tanya. Kehadiran nama-nama dari otoritas dan pemerintah berpotensi mengaburkan independensi.

Purbaya sebagai Ketua Pansel memiliki beban ganda. Ia harus membuktikan bahwa proses seleksi benar-benar transparan. Publik akan mengawasi dengan ketat setiap tahapan seleksi.

Logika di Balik Angka 3: Kursi Panas OJK

Tiga posisi strategis menjadi rebutan. Ketua DK, Wakil Ketua DK, dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal. Ketiganya memegang kendali atas arah kebijakan dan pengawasan sektor keuangan.

Perebutan kursi ini mencerminkan besarnya pengaruh OJK. Lembaga ini memiliki wewenang besar dalam mengatur dan mengawasi industri keuangan. Keputusan OJK berdampak langsung pada stabilitas ekonomi.

Ancaman Dominasi Base: Pasar Modal Jadi Rebutan?

Posisi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal sangat krusial. Pengawasan terhadap bursa karbon menjadi tantangan baru. Persaingan kepentingan di pasar modal semakin sengit.

Indikasi "titipan" dapat dilihat dari latar belakang calon. Kedekatan dengan kelompok kepentingan tertentu menjadi perhatian utama. OJK harus bebas dari intervensi politik dan bisnis.

Verdict: Lebih dari Sekadar Membantah Rumor

Purbaya membantah rumor, itu bagus. Namun, membantah saja tidak cukup. Ia harus membuktikan komitmen terhadap independensi OJK melalui tindakan nyata.

Publik harus menuntut transparansi penuh dalam proses seleksi. Rekam jejak dan integritas calon harus menjadi pertimbangan utama. OJK yang kuat dan independen adalah kunci stabilitas ekonomi.

Poin kritisnya adalah: pembentukan Pansel yang melibatkan banyak unsur pemerintah justru bisa menjadi bumerang jika tidak dikelola dengan baik. Potensi konflik kepentingan sangat besar dan harus diantisipasi sejak awal.

Tinggalkan komentar

Related Post