IHSG Menguat, AAJI Pilih Obligasi Jangka Panjang

Riya Sharma

Agustus 25, 2025

2
Min Read
IHSG Menguat, AAJI Pilih Obligasi Jangka Panjang

Kreasik — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan sinyal positif dengan penguatan 4,35% dalam sebulan terakhir, bergerak antara level 7.544 hingga 7.863, bahkan sempat menyentuh rekor di angka 8.000. Namun, volatilitas pasar saham tetap menjadi perhatian, tercermin dari penurunan IHSG ke level 5.967 pada April lalu.

Pergerakan IHSG yang dinamis ini berdampak pada alokasi investasi saham di industri asuransi jiwa. Pada semester I 2025, investasi saham tercatat turun 13,6% menjadi Rp121,50 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp140,69 triliun.

IHSG Menguat, AAJI Pilih Obligasi Jangka Panjang
Gambar Istimewa : imgv2-1-f.scribdassets.com

Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Handojo G. Kusuma, menyatakan bahwa industri asuransi jiwa cenderung berhati-hati dan belum akan meningkatkan porsi investasi saham secara signifikan, meskipun IHSG menunjukkan tren penguatan.

Menurut Handojo, fokus utama industri asuransi jiwa adalah pada instrumen investasi jangka panjang, seperti obligasi. Hal ini tercermin dari peningkatan investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 14,6% menjadi Rp223,03 triliun pada semester I 2025.

“Perusahaan asuransi cenderung tidak akan banyak mengubah investasi saham. Kami melihat prospek yang lebih menarik pada obligasi jangka panjang, yang akan menjadi fokus investasi kami,” ujar Handojo kepada Kreasik.id.

Dominasi Produk Tradisional dalam Portofolio

Strategi investasi yang konservatif ini sejalan dengan perubahan portofolio industri asuransi jiwa, yang kini lebih didominasi oleh produk tradisional dibandingkan unitlink atau Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI).

“Portofolio bisnis kami semakin banyak diisi oleh produk tradisional, yang membutuhkan aset yang lebih stabil dan berjangka panjang. Investasi di unitlink akan bergantung pada pilihan dana yang dipilih oleh masyarakat,” jelas Handojo.

Kinerja Investasi Asuransi Jiwa Semester I 2025

Hingga Juni 2025, industri asuransi jiwa mencatatkan hasil investasi sebesar Rp16,68 triliun, meningkat 38,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Total investasi pada semester I 2025 mencapai Rp551,31 triliun.

Tinggalkan komentar

Related Post