Kreasik — Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar SmartFin Day 2025 di Yogyakarta, sebagai bagian dari rangkaian Top Agent Awards (TAA) ke-38. Acara ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan secara bijak di era digital.
Karin Zulkarnaen, Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia, menyoroti fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang memicu perilaku konsumtif di kalangan generasi muda. Ia menekankan pentingnya menetapkan tujuan keuangan yang jelas dan menyusun anggaran secara konsisten. Karin merekomendasikan formula 40-30-20-10, mengalokasikan 40% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk pembayaran utang, 20% untuk dana darurat, asuransi, tabungan, atau investasi, dan 10% untuk kegiatan sosial atau donasi. “Asuransi berperan krusial dalam perencanaan keuangan, melindungi dari risiko tak terduga, meminimalkan kerugian finansial, dan membantu mencapai tujuan jangka panjang,” ujarnya.

Atria Rai, Chief Communications Officer AXA Mandiri Financial Services, memberikan tips belanja bijak di era digital. Ia mendorong mahasiswa untuk mengevaluasi setiap pembelian secara kritis agar sesuai dengan tujuan hidup. “Membangun fondasi keuangan yang kuat adalah langkah awal sebelum berinvestasi. Fondasi ini mencakup proteksi yang memadai, tabungan darurat, dan pengelolaan utang yang sehat,” jelas Atria. Ia juga mengingatkan pentingnya hidup sesuai kemampuan, memahami hubungan antara imbal hasil dan risiko, serta menjadikan proteksi sebagai dasar dalam perencanaan keuangan.
Penulis, komedian, content creator, dan investor, Raditya Dika, memberikan perspektif unik tentang pengelolaan keuangan. Ia menyoroti bahaya self-serving bias, yaitu kecenderungan menyalahkan keadaan atau orang lain saat menghadapi masalah keuangan. Menurutnya, kejujuran pada diri sendiri adalah kunci untuk memperbaiki kondisi finansial. Raditya juga membahas konsep opportunity cost, yaitu potensi keuntungan yang hilang ketika memilih satu opsi dibandingkan opsi lain.
Acara SmartFin Day 2025 ini merupakan kolaborasi antara OJK, UGM, dan AAJI dalam program GENCARKAN, serta wujud nyata komitmen industri asuransi jiwa dalam membekali generasi muda dengan keterampilan keuangan yang sehat, terencana, dan berkelanjutan, seperti yang dilansir Kreasik.id.
Tinggalkan komentar