Pi Network Harga Tertekan Akumulasi Whale

Ines Feree

Oktober 9, 2025

4
Min Read

Kreasik — Pi Network, aset kripto yang populer dengan konsep penambangan via ponsel, kembali menjadi sorotan di tengah gejolak pasar. Setelah sempat menarik perhatian berkat inovasi mobile mining yang mudah diakses, token PI kini menghadapi tekanan harga signifikan. Nilainya anjlok di bawah $0,25 dalam beberapa pekan terakhir, memicu spekulasi tentang masa depannya. Apakah ini pertanda keruntuhan, atau justru awal dari fase akumulasi besar sebelum lonjakan harga?

Para analis terpecah. Sebagian melihat sinyal teknikal menjanjikan yang mengindikasikan potensi pembalikan arah, sementara faktor fundamental seperti jadwal token unlock, tekanan jual dari investor besar (whale), dan melemahnya minat ritel masih menjadi penghambat utama. Dinamika antara optimisme dan kekhawatiran ini menjadikan Pi Network salah satu aset paling menarik untuk dicermati di lanskap kripto saat ini.

Pi Network Harga Tertekan Akumulasi Whale
Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

Harga PI Terkini dan Dinamika Pasar

Data terkini dari CoinMarketCap menunjukkan harga PI berada di sekitar $0,2425 per koin, dengan volume perdagangan harian mencapai $38,6 juta. Dengan suplai beredar sekitar 7,7 miliar PI dari total maksimal 100 miliar, Pi menempati posisi menengah dalam kapitalisasi pasar kripto global. Namun, CoinGecko mencatat harga yang sedikit berbeda, berkisar $0,34-$0,35, menyoroti disparitas harga antar bursa.

Dalam sebulan terakhir, PI telah terkoreksi lebih dari 30%, dan hampir 9% dalam seminggu, mengindikasikan dominasi tekanan jual. Perbedaan harga dan volume perdagangan yang belum stabil ini menunjukkan bahwa likuiditas PI masih rentan terhadap pergerakan signifikan dari investor besar atau whale.

Analisis Teknis: Antara Potensi Breakout dan Risiko Koreksi

Dari perspektif analisis teknikal, grafik Pi menunjukkan formasi descending channel yang berpotensi untuk ditembus. Jika PI berhasil melewati level resistensi $0,3610, target selanjutnya dapat mencapai EMA 50 hari di $0,3836, menurut FXStreet. Namun, skenario bearish tetap ada; jika tekanan jual berlanjut, harga berisiko menguji zona support krusial di $0,19-$0,20.

Menariknya, beberapa pengamat pasar mengaitkan pergerakan ini dengan Teori Akumulasi Wyckoff, di mana periode penurunan tajam seringkali mendahului pembelian besar-besaran oleh investor institusional. Coingape bahkan melaporkan adanya akumulasi senilai lebih dari $128 juta oleh satu entitas besar, yang bisa menjadi sinyal awal fase markup atau kenaikan harga.

Faktor Fundamental yang Mempengaruhi Harga Pi

Beberapa faktor fundamental turut menekan pergerakan harga PI:

  1. Jadwal Token Unlock: Pelepasan token dalam jumlah besar ke pasar secara berkala meningkatkan suplai dan menciptakan tekanan jual.
  2. Aktivitas Whale dan Likuiditas: Pergerakan whale yang memindahkan token ke bursa sentralisasi (CEX) sering diinterpretasikan sebagai persiapan penjualan, memicu kekhawatiran pasar.
  3. Melemahnya Minat Ritel: Meskipun Pi memiliki komunitas global yang masif, volume pembelian dari investor ritel di pasar spot belum cukup kuat untuk menopang harga, bahkan setelah pembaruan jaringan dan integrasi teknologi.
  4. Sentimen Pasar Kripto Global: Kondisi pasar kripto yang lesu secara keseluruhan, terutama koreksi pada aset dominan seperti Bitcoin dan Ethereum, turut menyeret aset berisiko tinggi seperti Pi Network.

Prediksi dan Prospek Harga Pi

CoinCodex memproyeksikan harga Pi di tahun 2026 dapat berkisar antara $0,18 hingga $0,74, dengan rata-rata sekitar $0,37. Potensi pertumbuhan jangka panjang masih terbuka lebar, terutama jika Pi berhasil merampungkan transisi ke Open Mainnet dan memperluas adopsi nyata ekosistemnya.

Namun, investor disarankan untuk tetap waspada. Jika tekanan jual dari whale terus mendominasi dan likuiditas pasar tidak membaik, harga PI berisiko kembali menguji level di bawah $0,20 sebelum menemukan titik keseimbangan baru.

Kesimpulan

Pergerakan harga Pi (PI) saat ini mencerminkan fase krusial antara tekanan jual yang intens dan sinyal potensi akumulasi. Meskipun menawarkan teknologi mobile mining yang unik, prospek jangka panjang Pi sangat bergantung pada kemampuan tim pengembang untuk mendorong adopsi, meningkatkan transparansi, dan menjaga stabilitas pasokan di pasar.

Bagi para investor, Pi menghadirkan peluang sekaligus risiko yang signifikan. Oleh karena itu, memantau volume perdagangan, pergerakan dompet whale, dan jadwal token unlock akan menjadi indikator penting untuk memprediksi arah pasar selanjutnya. Seperti halnya investasi kripto lainnya, riset mandiri yang mendalam (Do Your Own Research – DYOR) sangat dianjurkan, mengingat volatilitas adalah karakteristik tak terpisahkan dari aset digital.


DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Segala keputusan investasi yang Anda ambil berdasarkan informasi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk menjual atau membeli aset kripto. Kreasik.id tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul.

Tinggalkan komentar

Related Post