Sejumlah Asuransi Umum Terancam Tak Penuhi Modal

Riya Sharma

November 21, 2025

2
Min Read

Kreasik — Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengidentifikasi adanya potensi sejumlah perusahaan asuransi umum yang belum mampu memenuhi ketentuan modal minimum sebesar Rp250 miliar yang harus dipenuhi pada tahun 2026 mendatang. Jumlah perusahaan yang berpotensi gagal memenuhi ketentuan tersebut diperkirakan antara 5 hingga 10 perusahaan.

Ketua AAUI, Budi Herawan, menyampaikan bahwa kondisi ini masih sangat dinamis dan sangat bergantung pada kinerja masing-masing perusahaan hingga akhir tahun 2025. "Perkembangan permodalan ini masih terus bergerak dan fluktuatif. Saat ini, perkiraan kami ada sekitar 5 sampai 10 perusahaan yang belum memenuhi persyaratan modal minimum," ungkapnya seusai konferensi pers Kinerja Asuransi Umum Kuartal III, di Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Sejumlah Asuransi Umum Terancam Tak Penuhi Modal
Gambar Istimewa : images.bisnis.com

Meskipun jumlahnya relatif kecil, Budi mengingatkan bahwa risiko keterlambatan pemenuhan modal tetap ada, terutama bagi perusahaan dengan pertumbuhan yang stagnan. Namun, ia optimis bahwa sebagian besar pelaku industri masih memiliki peluang untuk mengejar pemenuhan modal tersebut. Dengan membaiknya kinerja industri asuransi umum, ia berharap jumlah perusahaan yang berpotensi tidak memenuhi ketentuan modal minimum dapat terus berkurang.

Guna membantu perusahaan-perusahaan yang terancam tidak memenuhi ketentuan modal minimum, AAUI telah menyiapkan beberapa opsi penyelamatan. Salah satu opsi yang disiapkan adalah menjalin kemitraan strategis dengan investor global. "Ada beberapa opsi yang bisa ditempuh, salah satunya adalah mencari partnership. Kami juga sudah mulai menjajaki pembicaraan dengan ISG, serta anak usahanya World Bank," jelas Budi.

Budi menambahkan bahwa ISG telah menunjukkan minat awal dan siap membuka peluang permodalan bagi perusahaan asuransi umum di Indonesia. "Mereka sudah memberikan sinyal positif. Sekarang tinggal bagaimana kita mematangkan opsi ini, apakah bisa menjadi solusi yang tepat," terangnya.

Lebih lanjut, Budi menekankan bahwa setiap opsi yang akan diambil membutuhkan kesiapan regulasi serta kesesuaian struktur permodalan dengan kebutuhan investor. AAUI akan terus berupaya untuk memfasilitasi perusahaan-perusahaan anggotanya agar dapat memenuhi ketentuan modal minimum dan tetap berkontribusi pada pertumbuhan industri asuransi umum di Indonesia, seperti yang dilansir dari Kreasik.id.

Tinggalkan komentar

Related Post