Danantara GOTO Beli Saham di Bawah 1% demi Kesejahteraan Ojol

Author Image

Terbit

6 Mei 2026, 19:35 WIB

Danantara GOTO Beli Saham di Bawah 1% demi Kesejahteraan Ojol
Danantara GOTO Beli Saham di Bawah 1% demi Kesejahteraan Ojol

KreAsik – 06 Mei 2026 | Badang Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) secara resmi mengumumkan kepemilikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan porsi kurang dari satu persen. Keputusan ini diambil pada awal Mei 2026 dan menjadi sorotan utama pasar modal Indonesia karena sekaligus menandai langkah strategis institusi negara untuk meningkatkan kesejahteraan para pengemudi ojek online (ojol).

CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan dalam konferensi pers di Istana, Jakarta, bahwa pembelian saham tersebut bukan sekadar investasi finansial. “Kita sudah masuk, sudah bicara. Yang penting adalah kesejahteraannya ojol,” ujarnya. Menurut Roeslani, kepemilikan saham memberikan Danantara hak suara yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong kebijakan internal GOTO yang lebih pro‑driver, termasuk penyediaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan yang sebelumnya belum terpenuhi.

Berbagai kebijakan kesejahteraan yang dijanjikan meliputi:

  • Penyediaan iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan secara penuh bagi semua mitra driver.
  • Penggandaan Bantuan Hari Raya (BHR) atau THR bagi driver pada periode Lebaran.
  • Penurunan potongan platform dari kisaran 10–20 persen menjadi maksimal 8 persen, selaras dengan Perpres yang dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto.

Langkah tersebut selaras dengan agenda pemerintah untuk menekan biaya operasional driver dan memperkuat perlindungan sosial tenaga kerja informal. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa intervensi melalui kepemilikan saham merupakan cara efektif untuk menyeimbangkan kepentingan publik dan swasta dalam ekosistem transportasi digital.

Dari sisi finansial, GOTO menunjukkan perbaikan signifikan pada kuartal pertama 2026. Laba bersih mencapai Rp171 miliar, berbalik dari kerugian Rp367 miliar pada kuartal yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan bersih naik 26 persen menjadi Rp5,3 triliun, dan Gross Transaction Value (GTV) inti meningkat 65 persen. Dengan arus kas bebas positif Rp1,3 triliun, perusahaan kini dianggap memiliki fundamental yang kuat meski harga saham masih berada di level psikologis terendah sekitar Rp50 per lembar, yang populer disebut “saham gocap”.

Para analis menilai bahwa Danantara GOTO mengambil posisi pada saat harga saham masih undervalued. Harga di bawah Rp50 dianggap sebagai peluang masuk bagi investor institusional yang menargetkan pertumbuhan jangka panjang, terutama setelah perusahaan berhasil menahan biaya pemasaran berlebih dan mengalihkan dana ke program kesejahteraan driver.

Selain fokus pada GOTO, Danantara juga tengah mempercepat konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa proses merger aset manajemen BUMN diproyeksikan selesai pada bulan ini, tanpa menimbulkan pemutusan hubungan kerja. Langkah ini diharapkan meningkatkan efisiensi bisnis publik dan menciptakan sinergi yang dapat mendukung inisiatif sosial seperti program kesejahteraan driver.

Secara keseluruhan, investasi Danantara GOTO mencerminkan kombinasi tujuan finansial dan sosial. Dengan mengamankan hak suara di dalam struktur pemegang saham GOTO, Danantara berpotensi mempengaruhi kebijakan korporat yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi GOTO sebagai perusahaan teknologi yang kini sudah menghasilkan laba. Harapan terbesar adalah terciptanya ekosistem transportasi digital yang lebih adil, stabil, dan menguntungkan bagi semua pemangku kepentingan.

Related Post

Terbaru