KreAsik – 05 Mei 2026 | Jakarta, 4 Mei 2026 – Pada sesi pertama perdagangan saham Senin, 4 Mei 2026, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menunjukkan pergerakan positif meski kenaikannya hanya tipis. Harga pembukaan tercatat pada level Rp5.800 per lembar, kemudian naik ke titik tertinggi Rp5.950 sebelum berakhir pada level Rp5.850, menguat 0,43% menjadi Rp5.875 pada siang hari. Meskipun pergerakan harga relatif moderat, volume transaksi BBCA tetap tinggi, mencatat total frekuensi perdagangan sebanyak 30.412 kali dengan volume 3.750.875 saham. Nilai transaksi harian di pasar negosiasi tercatat Rp2,3 triliun, sementara total nilai transaksi harian BBCA mencapai Rp1,6 triliun.
Data dari RTI Business menegaskan posisi BBCA sebagai salah satu kontributor utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG pada sesi pertama naik 0,85% menjadi 5.900 poin, menandakan tren positif pasar secara umum. Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa saham GOTO, BBCA, dan BUMI menjadi tiga saham dengan nilai transaksi tertinggi pada hari yang sama, dengan BBCA menempati posisi kedua dengan nilai transaksi Rp1,22 triliun.
Berbagai analis sekuritas memberikan rekomendasi bullish terhadap BBCA. BNI Sekuritas menandai BBCA sebagai “Spec Buy” dengan area beli di level Rp5.850, cut‑loss di bawah Rp5.750, dan target jangka pendek antara Rp5.950 hingga Rp6.050. Sementara Phintraco Sekuritas mencatat bahwa histogram MACD negatif mulai menyusut dan indikator stochastic RSI berada pada zona oversold, menandakan potensi konsolidasi harga dalam rentang 6.950‑7.050 pada perdagangan sesi berikutnya.
Baca Juga:
Dari sisi fundamental, BBCA tetap menjadi pilar utama kapitalisasi pasar Indonesia dengan nilai pasar mencapai Rp717 triliun. Emiten menawarkan dividend yield sebesar 5,72% dan Price‑Earnings Ratio (PER) berada pada level 12,46 kali, menandakan valuasi yang masih menarik bagi investor berburu dividen. Dalam laporan keuangan kuartal terakhir, BBCA mencatat laba bersih yang kuat, meskipun pada minggu sebelumnya saham ini termasuk dalam daftar saham paling banyak dijual oleh investor asing, bersama BBRI, BMRI, ANTM, dan GOTO.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Harga pembukaan | Rp5.800 |
| Harga tertinggi | Rp5.950 |
| Harga terendah | Rp5.800 |
| Penutupan | Rp5.850 |
| Volume perdagangan | 3.750.875 saham |
| Nilai transaksi (pasar negosiasi) | Rp1,6 triliun |
| Kapitalisasi pasar | Rp717 triliun |
| Dividend Yield | 5,72 % |
| PER | 12,46 x |
Analisis teknikal menunjukkan bahwa BBCA berada di zona hijau pada siang hari, menandakan sentimen bullish meski masih dalam batasan support kuat di sekitar Rp5.800. Dengan level resistance jangka pendek di kisaran Rp5.950‑6.050, para trader dapat memanfaatkan swing kecil untuk memperoleh profit. Namun, volatilitas pasar tetap tinggi mengingat IHSG baru saja mengalami rebound teknikal setelah penurunan 2,03% pada akhir pekan sebelumnya, dipicu aksi jual asing senilai Rp1,65 triliun.
Secara keseluruhan, saham BBCA terus menjadi motor penggerak utama IHSG. Kombinasi antara fundamental yang solid, dividend yield menarik, dan rekomendasi beli dari beberapa sekuritas memberikan dukungan kuat bagi pergerakan harga ke arah atas. Investor disarankan tetap memantau level support di Rp5.800 dan memperhatikan sinyal teknikal tambahan sebelum menambah posisi.




