Harga Emas Antam Turun Rp35 Ribu, Apa Artinya bagi Investor?

Author Image

Terbit

6 Mei 2026, 03:11 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp35 Ribu, Apa Artinya bagi Investor?
Harga Emas Antam Turun Rp35 Ribu, Apa Artinya bagi Investor?

KreAsik – 06 Mei 2026 | Pada Selasa, 5 Mei 2026, harga emas Antam kembali menunjukkan penurunan signifikan. Harga jual per gram tercatat sebesar Rp2.760.000, turun Rp35.000 dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. Sementara itu, harga buyback atau harga beli kembali yang ditetapkan Antam berada pada level Rp2.545.000 per gram, menurun Rp40.000. Penurunan ini menandai pergerakan pasar logam mulia domestik yang dipengaruhi oleh fluktuasi harga emas internasional serta dinamika nilai tukar.

Data resmi yang dirilis oleh Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam memperlihatkan bahwa produk lain seperti Galeri24 dan UBS tetap berada di kisaran Rp2,78 jutaan per gram (Galeri24 Rp2.782.000, UBS Rp2.796.000). Meskipun ketiganya berada pada level yang relatif tinggi, perbedaan harga mencerminkan variasi dalam biaya produksi, margin distribusi, dan kebijakan pajak.

Berikut adalah rangkuman harga emas Antam per gram serta variasi ukuran yang tersedia pada hari itu:

Ukuran (gram) Harga Jual (Rp) Harga Buyback (Rp)
0,5 1.430.500 1.272.500
1 2.760.000 2.545.000
2 5.460.000 5.090.000
5 13.575.000 12.725.000
10 27.095.000 25.450.000
25 67.612.000 63.625.000
50 135.145.000 126.250.000
100 270.212.000 252.500.000

Perlu dicatat bahwa semua harga jual di atas belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22. Pemilik NPWP dikenakan tarif 0,45 % sementara non‑NPWP dikenakan 0,9 %. Kebijakan pajak ini dapat mempengaruhi keputusan pembeli, terutama bagi investor institusional yang melakukan transaksi dalam jumlah besar.

Sejumlah pakar keuangan menyoroti implikasi penurunan harga emas Antam bagi portofolio investasi. Andy Nugroho, perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, menegaskan bahwa logam mulia tetap menjadi instrumen berisiko rendah dibandingkan instrumen ekuitas, namun tetap memiliki risiko fisik seperti pencurian. “Risiko rendah karena pertumbuhan nilai biasanya lebih tinggi dibandingkan bunga bank, namun fluktuatif dan likuiditasnya tergantung pada harga pasar,” ujar Nugroho. Ia menambahkan bahwa penurunan harga dapat menjadi peluang beli bagi investor jangka panjang yang mengincar nilai riil.

Secara historis, harga emas Antam mencapai puncak tertinggi pada 29 Januari 2026, yakni Rp3.168.000 per gram, serta buyback tertinggi Rp2.989.000. Kenaikan tersebut dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta penurunan nilai dolar AS, yang biasanya mendukung harga emas sebagai safe haven. Pada perdagangan pagi hari 5 Mei, harga spot internasional tercatat US$4.528,99 per ons, naik 0,2 % menurut The Economic Times, menambah tekanan pada pasar domestik.

Faktor-faktor lain yang memengaruhi harga emas Antam meliputi kebijakan moneter Bank Indonesia, tingkat inflasi, serta sentimen investor global. Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar secara langsung memengaruhi biaya impor logam mulia, sementara kebijakan suku bunga dapat mengubah daya tarik alternatif investasi seperti obligasi.

Dengan harga saat ini berada di level Rp2,76 jutaan per gram, para pelaku pasar diharapkan terus memantau pergerakan indeks komoditas global serta kebijakan fiskal pemerintah. Bagi investor yang menilai emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi, penurunan harga ini dapat dianggap sebagai peluang masuk kembali ke pasar dengan margin yang lebih menguntungkan.

Secara keseluruhan, penurunan harga emas Antam pada 5 Mei 2026 mencerminkan dinamika pasar yang kompleks, namun tetap menawarkan peluang bagi investor yang mengutamakan diversifikasi portofolio dan perlindungan nilai jangka panjang.

Related Post

Terbaru