PERUJI Soroti Transformasi Underwriting Asuransi

Riya Sharma

Agustus 16, 2025

2
Min Read

Kreasik — Perkumpulan Underwriter Jiwa Indonesia (PERUJI) menekankan pentingnya sinergi antara inovasi digital dan pendekatan yang berpusat pada nasabah dalam transformasi proses penjaminan (underwriting) dan klaim asuransi. Hal ini menjadi fokus utama dalam Indonesia Underwriting Summit (IUS) 2025 yang diselenggarakan di Semarang pada 13-14 Agustus 2025.

IUS 2025 bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para underwriter, sekaligus memfasilitasi diskusi mengenai perkembangan bisnis dan ilmu underwriting. Pada hari pertama, pembahasan meliputi perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam asuransi kesehatan, tantangan dalam penetapan harga (pricing), dan inklusivitas dalam underwriting.

PERUJI Soroti Transformasi Underwriting Asuransi
Gambar Istimewa : media.licdn.com

Pada hari kedua, agenda mencakup pengelolaan biaya rumah sakit, deteksi kecurangan klaim menggunakan machine learning, serta implementasi regulasi dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). PERUJI kembali menekankan pentingnya kolaborasi antara underwriter, pengelola klaim, tim produk, dan aktuaris untuk menciptakan proses bisnis yang efisien dan portofolio yang berkelanjutan.

Dessy Kusumayati, Ketua PERUJI yang juga menjabat sebagai Director Life and Health Business PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi (INARE), menyatakan bahwa IUS 2025 bukan hanya wadah pembelajaran, tetapi juga platform untuk membangun kolaborasi lintas profesi dan perusahaan demi kemajuan industri asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan asuransi umum di Indonesia.

“Dengan memanfaatkan teknologi seperti AI dan machine learning, kita dapat meningkatkan akurasi seleksi risiko dan deteksi kecurangan klaim, serta memastikan pengalaman nasabah yang lebih baik,” ujar Dessy. Menurutnya, di era digital ini, peran underwriter tidak hanya sebatas penyeleksi risiko, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi yang lebih luas. Kombinasi dukungan teknologi dan pendekatan humanis akan mewujudkan pelayanan yang cepat, akurat, dan berkeadilan.

Dessy menegaskan bahwa IUS 2025 adalah wujud komitmen PERUJI untuk memajukan profesi penjaminan asuransi jiwa, sekaligus merangkul semangat kolaborasi dan inovasi di antara seluruh pemangku kepentingan industri asuransi.

Ketua Panitia IUS 2025, Dania Virjiyanti, menambahkan bahwa acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan industri asuransi, mulai dari pelaku industri hingga regulator. Turut hadir Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila, Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang OJK Sumarjono, dan Kepala Divisi Pengawasan Asuransi Jiwa OJK Bayu Darussalam. Selain itu, hadir pula Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia Paul Setio Kartono, Direktur Eksekutif Persatuan Aktuaris Indonesia Deddy Yoeshar, dan Sekretaris Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia Fitri Hartati.

Tinggalkan komentar

Related Post