Bank of England Relaksasi Aturan Stablecoin, Tetap Batasi Jumlah Emisi

Author Image

Terbit

23 Juni 2026, 03:21 WIB

Bank of England Relaksasi Aturan Stablecoin, Tetap Batasi Jumlah Emisi
Bank of England Relaksasi Aturan Stablecoin, Tetap Batasi Jumlah Emisi

KreAsik – 23 Juni 2026 | Bank of England baru-baru ini mengumumkan perubahan aturan untuk stablecoin di Inggris. Aturan baru ini membatalkan batas kepemilikan stablecoin per pengguna dan perusahaan, yang sebelumnya diusulkan sebesar £20.000 untuk individu dan £10 juta untuk bisnis per koin. Sebagai gantinya, Bank of England menerapkan batas sementara sebesar £40 miliar ($52,9 miliar) untuk jumlah emisi dari setiap koin sistemik tunggal.

Perubahan ini diumumkan melalui rancangan Kode Praktik pada hari Senin dan bertujuan untuk mempermudah aturan yang sebelumnya dinilai terlalu ketat oleh para penerbit stablecoin. Namun, Inggris masih mempertahankan batas emisi stablecoin, yang tidak diterapkan oleh Amerika Serikat atau Uni Eropa.

Aturan baru ini menggantikan batas kepemilikan per pengguna dengan satu batas langit untuk setiap koin, yang bertujuan untuk melindungi pinjaman bank sambil memungkinkan rumah tangga dan perusahaan melakukan transaksi secara bebas. Bank of England berharap perubahan ini akan meningkatkan kepercayaan dalam sistem keuangan dan memfasilitasi inovasi di bidang pembayaran.

Menariknya, aturan stablecoin di Inggris masih berbeda dengan negara-negara lain. Amerika Serikat, misalnya, tidak memiliki batas emisi untuk stablecoin, sementara Uni Eropa hanya membatasi stablecoin asing yang banyak digunakan untuk pembayaran. Ini berarti bahwa Inggris masih memiliki pendekatan unik dalam mengatur stablecoin, yang mungkin berdampak pada pertumbuhan dan pengembangan industri ini di negara tersebut.

Para penerbit stablecoin harus memenuhi persyaratan tertentu, termasuk memback koin dengan 70% utang jangka pendek pemerintah Inggris dan 30% deposito di bank sentral. Mereka tidak diperbolehkan membayar bunga, meskipun hadiah yang terkait dengan pembayaran masih diizinkan. Aturan ini juga berdampak pada pasar utang pemerintah, karena pemerintah Inggris berencana untuk mengeluarkan utang jangka pendek baru untuk memenuhi permintaan dari penerbit stablecoin.

Pertanyaan besar yang masih belum terjawab adalah apakah stablecoin dapat digunakan untuk menyelesaikan transaksi pasar grosir. Jawaban atas pertanyaan ini akan membentuk rencana tokenisasi negara dan Bank of England menyatakan bahwa pekerjaan ini masih berlanjut.

Deputi Gubernur Bank of England untuk Stabilitas Keuangan, Sarah Breeden, menyambut perubahan ini sebagai langkah besar dalam meningkatkan pilihan dan inovasi dalam pembayaran di Inggris. Ia menyatakan bahwa aturan baru ini akan membangun kepercayaan untuk bentuk baru uang dan memfasilitasi pertumbuhan industri ini di negara tersebut.

Dengan demikian, perubahan aturan stablecoin di Inggris dapat memiliki dampak signifikan pada industri keuangan dan pembayaran di negara tersebut. Batas emisi yang masih diterapkan mungkin akan menentukan apakah stablecoin Inggris dapat berkembang di dalam negeri atau harus mencari kesempatan di luar negeri.

Related Post

Terbaru