KreAsik – 24 Juni 2026 | Senat Amerika Serikat telah mengesahkan Resolusi Kekuatan Perang yang bertujuan untuk membatasi wewenang Presiden Trump dalam melakukan serangan terhadap Iran. Resolusi ini disetujui dengan suara 50-48 dan merupakan yang pertama dari jenisnya yang disetujui oleh kedua kamar Kongres.
Resolusi ini didukung oleh empat anggota Republik, yaitu Bill Cassidy, Susan Collins, Lisa Murkowski, dan Rand Paul, yang bergabung dengan Partai Demokrat. Sementara itu, Senator John Fetterman merupakan satu-satunya anggota Demokrat yang menentang resolusi ini.
Resolusi ini merupakan tanggapan atas serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Iran awal tahun ini. Namun, para pedagang telah memperlakukan resolusi ini sebagai formalitas karena gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah berlangsung selama beberapa minggu.
Baca Juga:
Harga minyak telah mengalami penurunan setelah gencatan senjata dan tidak mengalami perubahan signifikan setelah resolusi disetujui. Sementara itu, harga Bitcoin juga tidak mengalami perubahan signifikan dan tetap bergerak sesuai dengan dinamika pasar cryptocurrency.
Resolusi ini dianggap sebagai bentuk pembatasan terhadap wewenang Presiden Trump dalam melakukan serangan militer terhadap Iran. Namun, Gedung Putih telah menyatakan bahwa resolusi ini tidak memiliki kekuatan hukum karena merupakan resolusi bersama yang tidak perlu disetujui oleh Presiden.
Resolusi ini juga menunjukkan bahwa Kongres telah mencoba untuk membatasi wewenang Presiden Trump dalam melakukan serangan militer sebelumnya. Pada tahun 2020, Senat telah mengesahkan resolusi yang serupa setelah serangan terhadap Jenderal Qasem Soleimani, namun resolusi tersebut telah ditolak oleh Presiden Trump.
Resolusi ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapat antara Kongres dan Gedung Putih mengenai wewenang Presiden dalam melakukan serangan militer. Sementara itu, harga Bitcoin dan minyak tetap bergerak sesuai dengan dinamika pasar dan tidak terlalu dipengaruhi oleh resolusi ini.
Kesimpulan dari resolusi ini adalah bahwa Kongres telah mencoba untuk membatasi wewenang Presiden Trump dalam melakukan serangan militer terhadap Iran. Namun, resolusi ini tidak memiliki kekuatan hukum dan tidak diharapkan akan memiliki dampak signifikan terhadap harga Bitcoin dan minyak.




