KreAsik – 23 Juni 2026 | Zoomex X Space baru-baru ini menghadirkan Djibril Cissé, mantan bintang sepak bola, dalam sebuah sesi diskusi yang menarik. Cissé bergabung dengan para pedagang kripto seperti Dieguito Charts, Bitsofwealth, Mega, dan 5.0 Trading untuk membahas tentang pengambilan keputusan, manajemen risiko, dan kinerja di bawah tekanan.
Cissé membagikan filosofi hidupnya yang konsisten, yaitu fokus pada apa yang terjadi dan bekerja dengan kenyataan daripada memikirkan apa yang tidak terjadi. Ia menekankan bahwa perbedaan antara kepercayaan diri di bawah tekanan dan kelumpuhan datang dari satu pertanyaan: apakah Anda benar-benar ingin menjadi orang yang memutuskan hasilnya?
Sesi ini dipandu oleh Fernando Aranda dan membahas paralel antara olahraga elit dan perdagangan, serta meluncurkan Zoomex World Cup Impact Pledge, sebuah inisiatif lima bagian yang menggabungkan diskusi ahli dengan pemberian amal.
Baca Juga:
Sebagai bagian dari program ini, Zoomex akan menyumbangkan 1.000 USDT kepada sebuah yayasan yang dipilih oleh setiap tamu sepak bola. Jika prediksi Piala Dunia tamu tersebut terbukti benar, donasi akan meningkat sebesar 5.000 USDT tambahan. Cissé memilih Prancis sebagai tim favoritnya dan menominasikan Maël et C’est Thérapie, sebuah organisasi yang telah ia dukung secara pribadi.
Para pedagang kripto juga membagikan pendapat mereka tentang kepercayaan diri dan manajemen risiko. Dieguito Charts menekankan bahwa stres berkurang ketika risiko didefinisikan sebelumnya, sedangkan Bitsofwealth menambahkan bahwa perdagangan menjadi lebih mudah dikelola ketika itu berhenti terasa seperti perjudian dan mulai beroperasi dalam sistem yang terstruktur.
5.0 Trading merangkum ide tersebut dengan sederhana: jika Anda merasa stres dalam perdagangan, Anda melakukan sesuatu yang salah. Anda mungkin melakukan oversize, over-leverage, atau over-risiko.
Panel tersebut juga membahas tentang pentingnya timing dan bagaimana itu relatif terhadap setiap pedagang. Cissé menggambar kesamaan ketika membahas sepak bola, menekankan bahwa kinerja akhirnya diukur oleh hasil.
Sesi ini diakhiri dengan diskusi tentang comeback Liverpool yang terkenal di final Liga Champions 2005 setelah tertinggal 3-0 dari AC Milan di babak pertama. Cissé membagikan pengalaman pribadinya tentang bagaimana tim tersebut kembali dengan niat dan mood yang berbeda, dan bagaimana itu menghasilkan hasil yang berbeda.
Kesimpulan dari sesi ini adalah bahwa kinerja di bawah tekanan tidak hanya tentang menghindari kesalahan, tetapi tentang menganalisis dan mempelajari dari kesalahan tersebut. Dengan fokus pada kenyataan dan bekerja dengan apa yang terjadi, seseorang dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mengelola risiko dengan lebih baik.




