KreAsik – 22 Juni 2026 | Perusahaan-perusahaan kecil yang tidak menghasilkan laba di Amerika Serikat telah melihat kenaikan harga saham sebesar 60% sejak April 2025, melebihi kenaikan 38% yang dialami oleh perusahaan-perusahaan kecil yang masih menghasilkan laba. Menurut Apollo Global Management, perbedaan ini semakin luas sejak pertengahan tahun 2026, membuat para ahli ekonomi khawatir bahwa pasar telah berhenti menghitung risiko dengan cara yang sama seperti sebelumnya.
Perbedaan ini terlihat jelas dalam indeks Russell 2000, yang terdiri dari sekitar 2.000 perusahaan kecil. Dari jumlah tersebut, 806 perusahaan telah mengalami kerugian di akhir tahun 2025, sementara 1.120 perusahaan masih menghasilkan laba.
Para ahli ekonomi telah memperingatkan bahwa perusahaan-perusahaan yang tidak menghasilkan laba akan lebih rentan terhadap tingkat suku bunga yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang lambat. Namun, sekarang perusahaan-perusahaan ini yang tidak menghasilkan laba yang menjadi pendorong utama kenaikan harga saham.
Baca Juga:
Perusahaan-perusahaan yang tidak menghasilkan laba ini umumnya berada di bidang teknologi, seperti perusahaan-perusahaan software, semikonduktor, dan bioteknologi. Mereka telah melihat kenaikan harga saham yang signifikan sejak April 2025, yang beriringan dengan kenaikan harga saham perusahaan-perusahaan lain di indeks Russell 2000.
Para ahli ekonomi masih belum dapat menjelaskan mengapa perusahaan-perusahaan yang tidak menghasilkan laba ini dapat melihat kenaikan harga saham yang signifikan. Namun, mereka berpikir bahwa kemungkinan besar karena investor telah membeli saham-saham ini dengan harapan bahwa mereka akan menghasilkan laba di masa depan.
Perusahaan-perusahaan yang tidak menghasilkan laba ini juga telah melihat kenaikan harga saham yang signifikan karena mereka memiliki teknologi yang dapat digunakan dalam pembangunan AI. Namun, para ahli ekonomi berpikir bahwa kenaikan harga saham ini juga dapat menjadi efek sampingan dari kenaikan harga saham perusahaan-perusahaan lain di indeks Russell 2000.
Perbedaan ini semakin luas sejak pertengahan tahun 2026, membuat para ahli ekonomi khawatir bahwa pasar telah berhenti menghitung risiko dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Namun, masih ada beberapa ahli ekonomi yang berpikir bahwa perbedaan ini masih dapat diatasi dengan mengadopsi strategi yang tepat.
Perusahaan-perusahaan yang tidak menghasilkan laba ini harus mengadopsi strategi yang tepat untuk dapat meningkatkan laba mereka dan mengurangi risiko yang mereka hadapi. Dengan demikian, mereka dapat melanjutkan untuk melihat kenaikan harga saham yang signifikan di masa depan.
Perbedaan ini masih belum dapat diatasi, dan para ahli ekonomi masih belum dapat menjelaskan mengapa perusahaan-perusahaan yang tidak menghasilkan laba ini dapat melihat kenaikan harga saham yang signifikan. Namun, mereka berpikir bahwa kemungkinan besar karena investor telah membeli saham-saham ini dengan harapan bahwa mereka akan menghasilkan laba di masa depan.




