Kreasik — XRP, aset kripto yang sempat menjanjikan, kembali dihantui bayang-bayang penurunan harga. Analis kripto memprediksi potensi koreksi tajam hingga menyentuh level US$1. Sentimen pasar yang labil dan tekanan makroekonomi global menjadi katalis utama.
Logika di Balik Angka 38%

Chart Nerd, seorang analis kripto, mengidentifikasi zona likuiditas di US$1-US$1,20 dan US$1,80. Penurunan ke US$1,20 hingga US$1 akan memicu liquidity grab. Skenario alternatif, kenaikan ke US$1,80 sebelum koreksi, dianggap kurang mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Also Read
Ancaman Dominasi Base dan Inflasi
Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran mendongkrak harga minyak. Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi. The Fed kemungkinan mempertahankan suku bunga tinggi, menekan aset berisiko seperti kripto.
Sinyal Whale: Harapan di Tengah Badai?
Indikator XRP Whale Flow 30-DMA menunjukkan sinyal positif. Aktivitas akumulasi oleh investor besar meningkat. Ini bisa menjadi indikasi pemulihan harga jika tren berlanjut.
ETF XRP: Arus Keluar yang Mengkhawatirkan
ETF XRP mencatat outflow mingguan pertama dalam sebulan, mencapai US$4 juta. Outflow terbesar terjadi pada 6 Maret, mencapai US$16,62 juta. Penurunan ini terjadi seiring dengan penurunan harga XRP dan Bitcoin.
Verdict: Realitas Pahit di Balik Potensi
XRP menghadapi tantangan berat. Prediksi penurunan ke US$1 bukan isapan jempol. Tekanan makroekonomi dan sentimen pasar negatif memperburuk keadaan. Sinyal akumulasi whale memberikan secercah harapan, tetapi belum cukup untuk menjamin pemulihan. Investor perlu mempertimbangkan bahwa outflow ETF menunjukkan kekhawatiran institusional. XRP sangat bergantung pada sentimen pasar secara keseluruhan. Jika Bitcoin terus terkoreksi, XRP akan semakin tertekan.




