Kreasik — Tugu Insurance (TUGU) membukukan laba bersih Rp711 miliar di 2025, melonjak signifikan dari Rp401,57 miliar tahun sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah implementasi PSAK 117 yang mengubah cara perusahaan asuransi melaporkan keuangannya. Pertanyaannya, apakah kenaikan ini murni hasil kinerja operasional atau sekadar efek dari perubahan standar akuntansi?
Angka 38%: Bukan Sekadar Pertumbuhan Laba

Laba Tugu Insurance memang naik 38%. Namun, perlu diingat adanya restatement laporan keuangan 2024 akibat adopsi PSAK 117. Perubahan standar ini memengaruhi pengakuan pendapatan dan beban, sehingga memengaruhi perbandingan laba. Investor perlu mencermati lebih dalam, bukan hanya terpaku pada angka pertumbuhan.
Jasa Asuransi Moncer, Investasi Jadi Penopang
Pendapatan jasa asuransi TUGU naik 22,12% menjadi Rp9,11 triliun. Hasil jasa asuransi juga meningkat 39,10% menjadi Rp1,02 triliun. Lini fire & property, offshore, dan aviation tetap menjadi andalan. Hasil investasi juga berkontribusi besar, mencapai Rp717,36 miliar. Diversifikasi pendapatan melalui entitas anak juga patut diapresiasi.
Also Read
RBC Tinggi: Jaminan Keamanan atau Dana Nganggur?
Risk Based Capital (RBC) Tugu Insurance mencapai 410,9%, jauh di atas batas minimum 120%. Ini menunjukkan solvabilitas perusahaan yang sangat baik. Namun, RBC yang terlalu tinggi juga bisa mengindikasikan perusahaan kurang agresif dalam mengembangkan bisnis. Dana yang menganggur seharusnya bisa dioptimalkan untuk ekspansi atau investasi yang lebih menguntungkan.
Adaptasi PSAK 117: Transparansi atau Manipulasi?
Manajemen Tugu Insurance mengklaim implementasi PSAK 117 meningkatkan kualitas pelaporan keuangan. Standar baru ini memang bertujuan meningkatkan transparansi dan komparabilitas. Namun, perubahan standar akuntansi selalu membuka celah bagi perusahaan untuk "memoles" laporan keuangan. Investor harus kritis menganalisis dampak riil PSAK 117 terhadap kinerja TUGU.
Verdict:
Laba Tugu Insurance memang meningkat signifikan, namun investor perlu berhati-hati dalam menginterpretasikan angka tersebut. Dampak PSAK 117 terhadap kinerja riil perusahaan perlu dianalisis lebih mendalam. RBC yang tinggi menunjukkan solvabilitas yang baik, namun perlu diimbangi dengan strategi pertumbuhan yang lebih agresif. Tugu Insurance perlu membuktikan bahwa pertumbuhan laba di 2025 bukan sekadar efek kosmetik dari perubahan standar akuntansi, melainkan hasil dari fundamental bisnis yang kuat dan berkelanjutan.




