Kreasik — Bitcoin mengalami guncangan hebat. Pernyataan Donald Trump memicu kekhawatiran geopolitik. Harga aset kripto ini langsung merosot di bawah US$ 66.000.
Eskalasi Iran: Katalis atau Kambing Hitam?

Penurunan Bitcoin terjadi bersamaan dengan sentimen risk-off global. Investor panik oleh potensi konflik AS-Iran. Pasar saham ikut berdarah, minyak melonjak liar.
Also Read
Korelasi Bitcoin dengan S&P 500 mencapai 0,75. Ini membuktikan Bitcoin masih dianggap aset berisiko. Aset ini belum sepenuhnya menjadi safe haven.
Logika di Balik Angka 38%
Secara teknikal, Bitcoin mendekati zona support krusial di US$ 64.000-US$ 65.000. Penembusan level ini bisa memicu panic selling. Target selanjutnya adalah US$ 60.000.
Resistance kuat menghadang di US$ 68.000-US$ 70.000. Kegagalan menembus level ini mengonfirmasi tren bearish. Pemulihan jangka pendek sulit terjadi.
Likuidasi Korporat: Ancaman Lebih Nyata?
Tekanan internal pasar juga berperan. Perusahaan publik mulai melepas kepemilikan Bitcoin. Mereka butuh menjaga likuiditas di tengah ketidakpastian.
Kepemilikan jangka panjang mencapai 80% suplai. Ini indikasi bear market mendekati akhir. Namun, fase sideways panjang sangat mungkin terjadi.
Verdict: Lebih Dalam dari Sekadar Geopolitik
Bitcoin memang sensitif terhadap sentimen global. Namun, fundamental pasar kripto juga bermasalah. Likuidasi korporat adalah sinyal bahaya yang lebih besar. Investor harus mencermati neraca perusahaan publik yang memegang Bitcoin. Jangan hanya terpaku pada berita geopolitik.




