Shiba Inu: Burn Rate Loyo, Jual Massal Mengintai

Author Image

Terbit

2 April 2026, 15:08 WIB

Kreasik — Shiba Inu (SHIB), aset kripto yang populer di kalangan retail, menghadapi tantangan serius. Penurunan drastis laju pembakaran token dan peningkatan suplai di bursa mengindikasikan potensi tekanan jual yang signifikan. Artikel ini akan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga SHIB dan prospeknya ke depan.

Logika di Balik Angka 98%

 Shiba Inu: Burn Rate Loyo, Jual Massal Mengintai
Gambar Istimewa : cryptoharian.com

Penurunan burn rate hingga 98% dari puncaknya pada Maret adalah sinyal bahaya. Ini bukan sekadar angka, melainkan indikasi berkurangnya antusiasme komunitas dalam mengurangi suplai SHIB. Strategi burn token, yang awalnya diharapkan dapat mendongkrak harga, kini terancam gagal memberikan dampak signifikan.

Ancaman Dominasi Whale

Masuknya 137 miliar SHIB ke bursa dalam sehari adalah alarm bagi investor. Pergerakan dana sebesar ini seringkali didorong oleh "whale" atau pemegang besar. Mereka dapat memicu gelombang jual yang menekan harga secara signifikan, terutama jika sentimen pasar sedang negatif.

Ilusi Lonjakan 500%

Lonjakan burn rate sebesar 500% di awal April patut dicermati, namun jangan terlena. Kenaikan ini bersifat sementara dan tidak mengubah tren penurunan secara keseluruhan. Ini bisa jadi upaya manipulasi pasar atau sekadar respons sesaat terhadap sentimen positif yang singkat.

Matematika yang Menyesatkan

Dengan laju pembakaran saat ini, butuh ratusan ribu tahun untuk mengurangi suplai SHIB secara signifikan. Angka ini membuktikan bahwa strategi burn, meskipun populer, tidak efektif dalam jangka panjang. Investor perlu menyadari bahwa fundamental SHIB tidak didukung oleh kelangkaan yang nyata.

Verdict: Hati-Hati, Bukan Saatnya Serakah

SHIB saat ini berada dalam posisi yang rentan. Kombinasi antara burn rate yang rendah dan tekanan jual yang meningkat menciptakan kondisi yang kurang menguntungkan. Investor perlu berhati-hati dan mempertimbangkan risiko dengan cermat. Jangan terpancing oleh janji-janji keuntungan cepat tanpa memahami fundamental aset. Fokus pada aset dengan fundamental yang lebih solid dan utilitas yang jelas.

Related Post

Terbaru