Sebagian Besar Token CEX Baru Kehilangan Nilai di Bawah Harga Debut dalam Setahun

Author Image

Terbit

28 April 2026, 05:55 WIB

Sebagian Besar Token CEX Baru Kehilangan Nilai di Bawah Harga Debut dalam Setahun
Sebagian Besar Token CEX Baru Kehilangan Nilai di Bawah Harga Debut dalam Setahun

KreAsik – 28 April 2026 | Sebuah laporan terbaru dari CoinGecko mengungkapkan bahwa hampir 90 persen token baru yang terdaftar di bursa sentral (CEX) terbesar dunia mengalami penurunan harga di bawah harga debutnya dalam jangka waktu dua belas bulan. Temuan ini menyoroti tantangan signifikan yang dihadapi investor ritel yang berusaha memanfaatkan peluang dari peluncuran token baru di platform perdagangan utama.

Data menunjukkan bahwa hanya sekitar 32 persen token baru yang mencatat kenaikan harga positif segera setelah diperdagangkan di dua belas CEX teratas. Artinya, hampir dua pertiga dari semua token baru mulai kehilangan nilai sejak hari pertama diperdagangkan. Kondisi ini menandakan bahwa ekspektasi pasar terhadap token baru sering kali tidak terwujud menjadi keuntungan jangka panjang.

Analisis tingkat pertukaran menampilkan perbedaan yang mencolok dalam kinerja awal token. Upbit, bursa Korea Selatan, menonjol dengan 67 persen token yang mengalami kenaikan harga dalam 30 hari pertama. Binance berada di posisi kedua dengan 50 persen, sementara Kraken dan Gate hanya mencatat 14 persen token yang naik dalam periode yang sama. Meskipun Upbit menunjukkan performa terbaik pada fase awal, data menunjukkan bahwa keunggulan ini tidak bertahan lama.

Setelah melewati rentang 30 hingga 59 hari, rata-rata hanya 25 persen token yang masih berada di wilayah positif. Kecenderungan penurunan nilai terus berlanjut secara hampir linier pada hampir semua bursa selama periode yang lebih panjang. Satu-satunya pengecualian adalah Coinbase, yang menunjukkan kebangkitan kembali nilai token setelah melewati titik setengah tahun sejak pencatatan.

Upbit menjadi contoh paling mencolok. Meskipun pada 30 hari pertama 67 persen token menunjukkan kenaikan, pada akhir tahun (antara hari ke-300 hingga ke-329) semua token tersebut telah turun di bawah harga debutnya. Penurunan dari 67 persen menjadi 0 persen mengindikasikan bahwa lonjakan awal lebih dipicu oleh hype dan kelangkaan pasokan daripada permintaan yang berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kurang dari 10 persen token yang terdaftar di mayoritas CEX tetap berada di atas harga debut pada akhir tahun. Pola ini menegaskan bahwa lonjakan harga yang didorong oleh spekulasi dan antusiasme awal jarang bertransformasi menjadi nilai yang bertahan lama. Meskipun ada token yang berhasil meraih keuntungan jangka pendek, mayoritas tetap berjuang untuk mempertahankan momentum setelah periode perdagangan awal selesai.

Faktor-faktor yang berkontribusi pada fenomena ini meliputi kurangnya likuiditas yang stabil, eksposur pasar yang terbatas, serta kurangnya fundamental yang kuat pada banyak token baru. Investor yang tergoda oleh potensi keuntungan cepat sering kali mengabaikan analisis mendalam tentang proyek di balik token, sehingga berisiko terjebak dalam penurunan nilai yang signifikan.

Untuk mengurangi risiko, para pelaku pasar disarankan untuk melakukan riset komprehensif sebelum berinvestasi pada token yang baru terdaftar. Memperhatikan aspek-aspek seperti tim pengembang, roadmap, adopsi teknologi, dan dukungan komunitas dapat membantu menilai keberlanjutan nilai token tersebut di pasar.

Kesimpulannya, data yang disajikan dalam laporan CoinGecko mempertegas realitas pahit bagi investor yang menargetkan token CEX baru sebagai sumber keuntungan cepat. Hasil penelitian menyoroti pentingnya pendekatan investasi yang berbasis analisis fundamental dan kehati-hatian dalam menanggapi hype pasar.

Related Post

Terbaru