AAVE whales Jual Hampir 1 Juta Token, Cadangan Exchange Jadi Bearish

Author Image

Terbit

28 April 2026, 07:16 WIB

AAVE whales Jual Hampir 1 Juta Token, Cadangan Exchange Jadi Bearish
AAVE whales Jual Hampir 1 Juta Token, Cadangan Exchange Jadi Bearish

KreAsik – 28 April 2026 | Data on‑chain terbaru mengindikasikan pergeseran signifikan dalam kepemilikan token AAVE. Cadangan token di bursa telah naik menjadi 2,23 juta token, meningkat dari 2,07 juta sejak awal Februari. Lonjakan ini terjadi bersamaan dengan aksi penjualan oleh kelompok “whale” yang menurunkan total kepemilikan hampir satu juta token.

Binance, salah satu bursa terbesar, kini menyimpan sekitar 1,63 juta AAVE, naik dari 1,57 juta pada periode yang sama. Kenaikan jumlah token yang masuk ke bursa menimbulkan kekhawatiran akan tekanan jual jangka pendek, mengingat lebih banyak token tersedia untuk diperdagangkan secara publik.

Distribusi token antar kelompok pemegang menunjukkan pola yang konsisten. Kelompok whale dengan kepemilikan antara 100.000 hingga 1 juta AAVE mengurangi posisi kolektifnya dari 7,45 juta menjadi 6,49 juta token sejak akhir Februari. Penurunan ini setara dengan penjualan bersih sekitar 960.000 AAVE.

Kelompok menengah yang memegang antara 10.000 hingga 100.000 token juga mengikuti tren serupa. Setelah akumulasi awal pada akhir Februari, para pemilik dalam rentang ini mulai menjual pada pertengahan Maret, menurunkan total kepemilikan sebesar 140.000 token, dari 3,74 juta menjadi 3,6 juta token.

Kelompok besar lainnya, dengan kepemilikan antara 1 juta hingga 10 juta token, sempat melihat peningkatan dari 2,58 juta menjadi kira‑kira 3 juta token pada bulan Maret. Namun pertumbuhan ini kemudian melandai, tanpa akumulasi baru yang signifikan.

Penurunan on‑chain ini bertepatan dengan gejolak internal pada protokol Aave. Beberapa kontributor utama, termasuk BGD Labs dan Chaos Labs, telah meninggalkan proyek, menurunkan kepercayaan investor. Seorang analis menyatakan sentimen pasar terhadap Aave kini “cenderung negatif”, mendorong investor untuk menjual atau mengunci keuntungan yang masih tersisa.

Harga token AAVE mencerminkan tekanan tersebut. Pada 7 April, token tersebut menyentuh level terendah intraday sebesar $85,05, menandai titik terendah sejak keruntuhan pada Oktober 2025. Meskipun demikian, pada saat penulisan artikel, harga kembali naik sekitar 2% ke kisaran $95, sejalan dengan rally pasar kripto yang dipicu oleh berita gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran.

Berikut rangkuman utama data distribusi:

  • Cadangan exchange: 2,23 juta token (naik dari 2,07 juta).
  • Binance holdings: 1,63 juta token (naik dari 1,57 juta).
  • Whale 100k‑1M: penurunan 960 ribu token.
  • Whale 10k‑100k: penurunan 140 ribu token.
  • Whale 1M‑10M: stabil di sekitar 3 juta token.

Pergerakan ini menandai kembalinya cadangan exchange di atas rata‑rata bergerak 90 hari, menghentikan tren penurunan yang telah berlangsung sejak April 2025. Meskipun ada sedikit pemulihan harga, prospek jangka pendek tetap dipengaruhi oleh tekanan jual dari AAVE whales dan sentimen pasar yang belum sepenuhnya mendukung altcoin.

Investor yang mempertimbangkan posisi di AAVE perlu menilai risiko tambahan dari potensi penurunan lebih lanjut, terutama jika tekanan jual dari whale terus berlanjut. Di sisi lain, jika pasar kripto secara keseluruhan menemukan dukungan baru, AAVE dapat memanfaatkan rebound harga untuk mengembalikan kepercayaan investor.

Kesimpulannya, aksi penjualan hampir satu juta token oleh AAVE whales, bersamaan dengan peningkatan cadangan exchange, menandai periode bearish yang signifikan bagi token ini. Harga yang mendekati level terendah sejak Oktober menambah beban psikologis, sementara ketidakpastian internal protokol memperkuat tekanan negatif. Pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar kripto global serta keputusan strategis para pemegang token besar.

Related Post

Terbaru