KreAsik – 28 April 2026 | Pasar kripto mencatat kenaikan lebih dari 1,4% dalam 24 jam terakhir, namun token TAO milik jaringan Bittensor gagal mengikuti tren bullish tersebut. Dalam rentang waktu yang sama, TAO mengalami penurunan lebih dari 9%, menjadikannya kripto berkapitalisasi terbesar yang paling buruk kinerjanya di antara seratus teratas.
Penurunan tajam ini bertepatan dengan pengumuman resmi dari Covenant AI, sebuah entitas yang selama ini mengoperasikan tiga subnet penting di jaringan Bittensor, yakni Templar (SN3), Basilica (SN39), dan Grail (SN81). Keputusan Covenant AI untuk mundur dari ekosistem Bittensor menimbulkan spekulasi luas mengenai faktor-faktor yang memicu keputusan tersebut dan konsekuensinya terhadap ekosistem yang lebih besar.
Pendiri Covenant AI, Sam Dare, menyatakan bahwa alasan utama pengunduran diri adalah kekhawatiran atas tingkat desentralisasi jaringan. Dalam sebuah pernyataan publik, Dare menuding salah satu co‑founder Bittensor, Jacob Steeves, melakukan tindakan yang bersifat sentralistik, termasuk menangguhkan emisi token ke subnet yang dikelola Covenant AI, mencabut hak moderasi pada saluran komunitas mereka, serta secara sepihak menonaktifkan infrastruktur subnet tanpa konsultasi.
Baca Juga:
Dare menegaskan bahwa Bittensor mengedepankan struktur triadik yang mengendalikan multisig untuk pembaruan jaringan, yang dipresentasikan kepada komunitas sebagai tata kelola terdistribusi. Menurutnya, realitas tersebut lebih menyerupai “teater desentralisasi” ketimbang implementasi sejati.
Keputusan Covenant AI memiliki dampak langsung pada harga TAO. Sebelum penurunan, TAO diperdagangkan di kisaran $292 per token. Setelah pengumuman, nilai token tersebut terus tertekan, mencerminkan ketidakpastian investor terhadap masa depan jaringan yang kini dipertanyakan.
Model Covenant‑72B, yang sebelumnya menjadi pemicu utama kenaikan TAO, kini tidak lagi terikat pada jaringan Bittensor. Model tersebut sempat mendapatkan sorotan publik ketika CEO NVIDIA, Jensen Huang, menyebutkannya dalam sebuah episode podcast All‑In. Dengan berakhirnya kolaborasi tersebut, sinyal positif yang selama ini menguatkan sentimen pasar terhadap TAO mulai memudar.
Meski meninggalkan Bittensor, Covenant AI menegaskan bahwa tim riset, pekerjaan yang telah selesai, serta model AI yang dikembangkan akan tetap dipertahankan. Perusahaan menyampaikan bahwa mereka akan meluncurkan proyek baru dalam waktu dekat, dengan fokus pada pelatihan AI yang terdesentralisasi dan permissionless—sebuah visi yang mereka klaim tidak lagi terkait eksklusif dengan fitur Bittensor.
Berbagai pengamat industri menilai bahwa peristiwa ini dapat menjadi katalis bagi debat tata kelola yang lebih luas di dalam komunitas Bittensor. Pertanyaan utama yang muncul adalah sejauh mana jaringan tersebut benar‑benar dapat beroperasi secara terdesentralisasi tanpa dominasi beberapa individu kunci. Jika tidak ada perbaikan, risiko kehilangan kontribusi teknis penting dari operator subnet lain dapat meningkat.
- Penurunan harga: TAO turun lebih dari 9% dalam 24 jam, menempatkannya sebagai performa terburuk di antara 100 kripto teratas.
- Alasan utama keluar: Kekhawatiran atas sentralisasi dan tindakan unilateral yang dianggap merugikan oleh Covenant AI.
- Dampak jangka pendek: Penurunan sentimen pasar, potensi penurunan likuiditas, dan peningkatan tekanan pada struktur tata kelola Bittensor.
- Langkah selanjutnya: Covenant AI akan melanjutkan riset AI independen, sementara Bittensor diharapkan meninjau kembali mekanisme governance.
Di sisi lain, para pendukung Bittensor berargumen bahwa jaringan masih memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan, terutama mengingat adopsi teknologi AI terdesentralisasi yang masih berada pada tahap awal. Mereka berharap bahwa perdebatan internal akan menghasilkan reformasi tata kelola yang lebih transparan, sehingga dapat menarik kembali operator subnet besar serta investor yang sebelumnya ragu.
Secara keseluruhan, situasi ini menyoroti tantangan yang dihadapi proyek blockchain yang berupaya menggabungkan AI dengan prinsip desentralisasi. Keseimbangan antara kontrol teknis, insentif ekonomi, dan kepercayaan komunitas menjadi faktor penentu keberhasilan jangka panjang. Bagi investor, pergerakan harga TAO kini menjadi indikator utama untuk menilai bagaimana jaringan Bittensor akan menanggapi kritik dan mengadaptasi kebijakan governancenya.
Apapun arah kebijakan yang diambil, dinamika ini akan terus dipantau oleh pelaku pasar dan analis kripto, mengingat implikasinya tidak hanya pada satu token, melainkan pada ekosistem AI terdesentralisasi secara lebih luas.




