KreAsik – 23 Juni 2026 | Pertarungan antara Bitcoin dan Artificial Intelligence (AI) telah menjadi topik perdebatan hangat di kalangan investor dan analis keuangan. Dua raksasa keuangan, BlackRock dan JPMorgan, memiliki pendapat yang berbeda tentang di mana arah aliran modal selanjutnya.
BlackRock, yang dipimpin oleh Robert Mitchnick, percaya bahwa Bitcoin akan meningkat karena ketakutan akan defisit dan risiko moneter. Sementara itu, JPMorgan, yang dipimpin oleh Jamie Dimon, lebih mempercayai potensi AI untuk mengarahkan rally saham.
Robert Mitchnick menyatakan bahwa Bitcoin telah terlambat karena perhatian investor yang lebih besar pada AI. Namun, ia percaya bahwa situasi ini akan berubah karena ketakutan akan defisit dan risiko moneter yang meningkat. "Dan semakin banyak ketakutan tentang tingkat pinjaman dan risiko pencetakan uang, itu adalah driver fundamental yang paling penting," kata Robert Mitchnick.
Baca Juga:
Sementara itu, Jamie Dimon dari JPMorgan lebih optimis tentang potensi AI. Ia menyatakan bahwa pengeluaran untuk AI diperkirakan mencapai $700 miliar pada tahun ini, dengan tingkat pengangguran yang rendah dan pertumbuhan yang stabil. "Kami berada dalam bull market. Ini seperti tsunami kecil. Ketika hal seperti itu terjadi, sangat sulit untuk dihentikan," kata Jamie Dimon.
Pertarungan antara Bitcoin dan AI ini akan menjadi topik yang menarik untuk diikuti dalam beberapa bulan mendatang. Apakah Bitcoin akan meningkat karena ketakutan akan defisit dan risiko moneter, atau apakah AI akan terus mendominasi aliran modal? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
Kesimpulan dari pertarungan ini adalah bahwa investor harus membuat keputusan yang tepat tentang di mana mereka ingin mengalokasikan modal mereka. Apakah mereka akan memilih Bitcoin sebagai hedge terhadap risiko moneter, atau apakah mereka akan memilih AI sebagai pemicu rally saham? Keputusan ini akan sangat mempengaruhi hasil investasi mereka di masa depan.




