Kreasik — Pangsa pasar Bitcoin di ranah aset kripto menunjukkan tren penurunan signifikan, terkoreksi dari level puncaknya 62% kini berada di 55%. Pergeseran ini menjadi sinyal krusial bagi para investor, karena historisnya, pelemahan dominasi Bitcoin seringkali membuka jalan bagi rotasi modal ke aset kripto alternatif atau altcoin, terutama yang berkapitalisasi besar seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL).
Dominasi Bitcoin sendiri merupakan metrik yang mengukur kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan dengan total kapitalisasi pasar seluruh aset kripto. Angka ini berfungsi sebagai barometer sentimen pasar; apakah investor cenderung mencari "safe haven" seperti Bitcoin, atau mulai berani mengambil risiko lebih tinggi demi potensi imbal hasil yang lebih besar di altcoin.

Ethereum dan Solana Jadi Fokus Utama
Menurut laporan dari The Block, penurunan dominasi Bitcoin sebesar 700 basis poin dari puncak siklus tahun ini dianggap sebagai perkembangan positif bagi altcoin, khususnya menjelang kuartal keempat 2025. Ethereum dan Solana, misalnya, sudah menunjukkan tanda-tanda peningkatan minat, baik dari kalangan investor institusional maupun ritel. Salah satu pendorong utamanya adalah perhatian yang kian meningkat terhadap Digital Asset Treasury (DAT), di mana berbagai tim berupaya mengumpulkan modal dan mengakuisisi aset melalui entitas yang diperdagangkan secara publik.
Jika menilik siklus pasar sebelumnya pada periode 2021–2022, dominasi Bitcoin pernah merosot hingga di bawah 40%. Kondisi tersebut memicu reli besar-besaran pada altcoin. Oleh karena itu, banyak analis kini melihat peluang serupa dapat terulang kembali, asalkan pasar terus mendukung aset berisiko.
Fase Transisi Pasar Kripto
Dengan dominasi Bitcoin yang kini stabil di level 55%, pasar dianggap berada dalam fase transisi. Ini mengindikasikan bahwa altcoin berpotensi membangun momentumnya sendiri tanpa harus sepenuhnya bergantung pada sentimen spekulatif ekstrem. Namun, ada satu faktor penting yang perlu dicermati: apakah altcoin benar-benar mampu menarik permintaan pasar spot yang berkelanjutan, atau hanya dorongan sesaat dari aktivitas perdagangan derivatif.
Potensi masuknya modal institusional dalam jumlah besar melalui produk ETF dan skema treasury aset digital bisa menjadi katalis utama. Pertanyaannya, apakah aliran dana tersebut akan mendorong pembelian langsung token, sehingga mampu memberikan apresiasi harga yang berkelanjutan bagi altcoin?
Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan pasar kripto dapat Anda temukan di Kreasik.id.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Segala keputusan investasi yang diambil sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk menjual atau membeli aset kripto.
Tinggalkan komentar