Kreasik — Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menunjuk Kevin Warsh sebagai kandidat terkuat untuk memimpin Federal Reserve (The Fed), bank sentral AS. Pengumuman ini datang setelah berbulan-bulan kritik tajam dari Trump terhadap kebijakan suku bunga Jerome Powell yang dianggap lamban dan tidak memangkas suku bunga secepat yang ia inginkan.
Melalui platform Truth Social, Trump memuji Warsh sebagai figur yang "tepat" untuk posisi krusial tersebut. Warsh sendiri bukan nama asing dalam lingkaran kebijakan moneter AS. Ia pernah menjabat sebagai gubernur The Fed dari tahun 2006 hingga 2011 dan saat ini aktif sebagai pengajar di Stanford Graduate School of Business. Nominasi ini mengakhiri spekulasi panjang mengenai suksesor Powell yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei mendatang.

Perhatian khusus dari pasar aset kripto tertuju pada rekam jejak Warsh yang dinilai relatif "netral" atau bahkan "tidak bermusuhan" terhadap aset digital, sebuah sikap yang kontras dengan banyak pejabat moneter lainnya. Pernyataan-pernyataan lamanya yang kembali mencuat pasca-nominasi menunjukkan bahwa Warsh tidak merasa "gugup" dengan Bitcoin, bahkan melihatnya sebagai "sinyal" penting bagi para pembuat kebijakan.
Meskipun demikian, Warsh juga secara lugas menggarisbawahi kelemahan inheren Bitcoin, terutama volatilitasnya yang tinggi. Menurutnya, karakteristik ini menjadikan Bitcoin kurang ideal sebagai alat pembayaran atau unit akuntansi, namun ia mengakui potensinya sebagai penyimpan nilai (store of value).
Dalam konteks kebijakan moneter, Warsh pernah mengemukakan ide "dolar digital" atau Central Bank Digital Currency (CBDC) sebagai strategi untuk memperkuat dominasi dolar AS di kancah global. Namun, ia juga secara tegas memperingatkan risiko privasi yang mungkin timbul dari desain CBDC, terutama jika meniru model otoriter seperti yuan digital Tiongkok. Isu ini sangat sensitif bagi industri kripto, mengingat CBDC berpotensi menjadi pesaing bagi stablecoin sekaligus memperluas jangkauan pengawasan pemerintah terhadap transaksi finansial.
Reaksi positif dari komunitas kripto tidak butuh waktu lama untuk bermunculan. Tokoh seperti Michael Saylor, melalui unggahan video Warsh yang membahas Bitcoin, bahkan menyebutnya sebagai kandidat "Ketua The Fed Pro-Bitcoin" pertama. Senada, The Digital Chamber mengapresiasi pengakuan di tingkat tertinggi terhadap Bitcoin sebagai kelas aset penting, menandai momen signifikan bagi kepemimpinan ekonomi Amerika.
Namun, perjalanan Warsh menuju kursi ketua The Fed tidak serta-merta mulus. Beberapa senator, termasuk Thom Tillis, telah mengisyaratkan akan menunda proses konfirmasi kandidat The Fed hingga penyelidikan terkait Jerome Powell, yang melibatkan Departemen Kehakiman AS, ditangani dengan transparan dan tuntas. Perkembangan ini akan menjadi krusial dalam menentukan arah kebijakan moneter AS serta dampaknya terhadap pasar aset digital global.
Tinggalkan komentar