KreAsik – 17 Juni 2026 | Sam Bankman-Fried, pendiri FTX, telah membuat keputusan investasi yang sangat berani dan sukses, tetapi juga membuat kesalahan strategis dengan menjual sahamnya terlalu awal. Hal ini terjadi ketika FTX bangkrut dan estate FTX terburu-buru untuk membayar kembali kreditor.
Salah satu contoh yang paling mencolok adalah penjualan saham Cursor, sebuah perusahaan AI yang berkembang pesat. Alameda Research, perusahaan milik Bankman-Fried, telah membeli saham Cursor seharga $200.000 pada tahun 2022, yang kemudian dijual kembali dengan harga yang sama pada tahun 2023. Namun, setelah SpaceX mengakuisisi Cursor dengan nilai $60 miliar, saham tersebut akan bernilai sekitar $3 miliar jika tidak dijual terlalu awal.
Kasus serupa juga terjadi dengan penjualan saham Anthropic, sebuah perusahaan AI lain yang didirikan oleh mantan peneliti OpenAI. FTX telah membeli saham Anthropic seharga $500 juta pada tahun 2021, tetapi dijual kembali dengan harga yang jauh lebih rendah pada tahun 2024. Sekarang, saham Anthropic bernilai sekitar $30 miliar, membuatnya menjadi salah satu kesalahan investasi terbesar dalam sejarah.
Baca Juga:
Penjualan saham Robinhood, Solana, dan Sui juga menunjukkan pola yang sama. Estate FTX terburu-buru untuk membayar kembali kreditor, sehingga mereka menjual saham-saham tersebut dengan harga yang jauh lebih rendah daripada nilai sebenarnya. Ini menimbulkan pertanyaan tentang strategi investasi Bankman-Fried dan kemampuan estate FTX untuk mengelola aset-aset yang sangat berharga.
Meskipun demikian, perlu diingat bahwa estate FTX memiliki kewajiban untuk membayar kembali kreditor dan memenuhi persyaratan hukum. Keputusan untuk menjual saham-saham tersebut mungkin dibuat dengan tujuan untuk memenuhi kewajiban tersebut, tetapi hasilnya menunjukkan bahwa strategi investasi Bankman-Fried memiliki kelemahan yang signifikan.
Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa investasi yang sukses memerlukan kombinasi antara pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan untuk mengelola risiko. Strategi investasi yang terlalu agresif atau terlalu konservatif dapat menyebabkan kesalahan yang signifikan, seperti yang terjadi pada kasus Bankman-Fried. Oleh karena itu, penting untuk memahami prinsip-prinsip investasi yang baik dan mengembangkan strategi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investasi.




