Kreasik — Pasar kripto kembali dihadapkan pada ketidakpastian seiring dengan kesulitan Ethereum (ETH) untuk bangkit dari tekanan jual. Setelah sempat tergelincir di bawah level psikologis US$ 3.000 beberapa hari lalu, aset digital terbesar kedua ini masih berjuang menemukan pijakan. Saat ini, ETH diperdagangkan di kisaran US$ 2.900, mencatat penurunan sekitar 1 persen dalam 24 jam terakhir dan lebih dari 10 persen sepanjang pekan. Upaya pemulihan setelah menguji zona support krusial US$ 2.700 – US$ 2.800 belum menunjukkan momentum yang meyakinkan.
Kondisi ini sontak menarik perhatian para analis teknikal, yang mulai mengidentifikasi potensi risiko penurunan lanjutan. Salah satu analis terkemuka dengan julukan ‘Trader Tardigrade’ menyoroti grafik 3-harian yang mengindikasikan pembentukan pola ‘bear flag’. Pola ini, yang lazim muncul setelah koreksi tajam, seringkali menjadi sinyal kelanjutan tren bearish.

Menurut pembacaannya, ETH telah menembus batas bawah pola tersebut, meningkatkan probabilitas terjadinya ‘breakdown’ yang lebih dalam jika harga tidak segera kembali ke atas level kunci. Tardigrade menekankan pentingnya ETH untuk menutup perdagangan di atas US$ 2.906 dalam waktu dekat guna meredam skenario penurunan yang lebih besar. Apabila breakdown berlanjut, target teknikal yang diproyeksikan dapat mencapai kisaran US$ 1.666, berdasarkan perhitungan dari ‘tiang’ pola bear flag sebelumnya.
Sinyal yang bercampur juga terpantau di pasar derivatif. Analis Ted mengamati bahwa meskipun ETH bergerak relatif datar di sekitar US$ 2.900 pasca-aksi jual yang intens, ‘open interest’ justru menunjukkan peningkatan signifikan hingga sekitar 5,255 juta. Ini mengindikasikan adanya pembukaan posisi baru yang substansial, meskipun pergerakan harga belum terlalu dinamis.
Selain itu, ‘funding rate’ masih sedikit positif di angka 0,0011, namun menunjukkan tren penurunan. Fenomena ini dapat diinterpretasikan sebagai meredanya antusiasme agresif di tengah kondisi pasar yang masih rentan. Ted menggambarkan situasi ini sebagai ‘pergantian pemain’, di mana posisi spekulatif lama telah terlikuidasi, dan gelombang spekulan baru mulai masuk, seolah menanti pemicu pergerakan harga berikutnya.
Di sisi lain, performa pasangan ETH/BTC juga berada di area yang dinilai krusial. Michael van de Poppe, pendiri MNF Fund, mencermati bahwa ETH/BTC tengah bertahan di level support yang sebelumnya sangat penting, meskipun kini berada di bawah rata-rata pergerakan 21 hari. Ia menegaskan bahwa mempertahankan zona ini ‘sangat penting’ untuk menentukan apakah Ethereum mampu kembali menguat secara relatif terhadap Bitcoin, atau justru akan melanjutkan pelemahan ke level yang lebih rendah.
Narasi akumulasi oleh ‘whale’ atau investor besar turut menambah kompleksitas. Analis CW berpendapat bahwa rentang harga saat ini memiliki kemiripan dengan zona akumulasi whale pada periode sebelumnya, menjadikannya menarik bagi pemegang besar karena ‘realized price’ dompet akumulasi besar relatif dekat dengan level harga saat ini.
Namun, data lain justru menyiratkan kehati-hatian. Analis Ali Martinez mencatat adanya tren penurunan kepemilikan whale sejak awal Januari, bersamaan dengan performa ETF Ethereum yang belakangan menunjukkan pelemahan. Kombinasi antara harga yang masih rapuh dan berkurangnya eksposur dari akun-akun besar membuat sebagian pelaku pasar menilai bahwa sentimen ‘risk-off’ atau penghindaran risiko belum sepenuhnya berakhir.
Disclaimer: Seluruh informasi yang disajikan di Kreasik.id bersifat edukatif dan informatif. Artikel ini bukan merupakan nasihat investasi atau rekomendasi trading. Sebelum mengambil keputusan investasi pada aset kripto, selalu lakukan riset mendalam karena kripto adalah aset yang sangat volatil dan berisiko tinggi. Kreasik.id tidak bertanggung jawab atas potensi kerugian atau keuntungan yang Anda alami.
Tinggalkan komentar