KreAsik – Pasar mata uang kripto kembali menunjukkan dinamika yang intens pada pekan ini, dengan Bitcoin (BTC) menembus kembali ambang $76 ribu. Kenaikan harga utama ini menandai pemulihan setelah serangkaian koreksi pada minggu sebelumnya, sekaligus menguatkan sentimen bullish di kalangan investor institusional dan ritel.
Dalam rentang waktu yang sama, Stellar (XLM) mencatat lonjakan harga sebesar 7 persen, menjadikannya aset yang paling menonjol di antara ribuan token yang diperdagangkan. Kenaikan XLM dipicu oleh rumor integrasi teknologi baru serta peningkatan volume perdagangan pada platform DeFi yang berbasis Stellar.
Namun, tidak semua berita bersifat positif. Likuidasi kontrak berjangka kripto mencapai total $197,75 juta di antara bursa-bursa utama, menandakan tekanan jual yang signifikan pada posisi leveraged. Likuidasi ini terutama dipengaruhi oleh penurunan nilai beberapa altcoin besar serta pergeseran posisi spekulan yang sebelumnya mengandalkan leverage tinggi.
Baca Juga:
Berikut adalah rangkuman utama pergerakan pasar selama 24 jam terakhir:
- Bitcoin (BTC): Harga naik di atas $76K, mencatat kenaikan sekitar 1,3 persen dibandingkan sesi sebelumnya.
- Stellar (XLM): Menguat 7 persen, dipicu oleh peningkatan adopsi di sektor pembayaran lintas batas.
- Ethereum (ETH): Stabil di kisaran $2.250, dengan pergerakan minor di bawah 0,5 persen.
- Solana (SOL): Turun 2,1 persen setelah laporan kerentanan jaringan yang masih dalam penanganan.
- Ripple (XRP): Menguat 1,8 persen berkat spekulasi terkait keputusan regulasi di Amerika Serikat.
Analisis teknikal menunjukkan bahwa BTC kembali menembus level resistensi kuat pada $75.500, membuka kemungkinan pengujian ulang zona $78.000 jika momentum bullish terus terjaga. Indikator RSI berada pada level 58, menandakan belum overbought, sementara volume perdagangan harian meningkat 12 persen, menguatkan konfirmasi pergerakan naik.
Di sisi lain, likuidasi futures yang melonjak mengindikasikan bahwa sejumlah trader yang memegang posisi short pada Bitcoin dan altcoin utama terpaksa menutup posisinya akibat pergerakan harga yang berlawanan dengan ekspektasi mereka. Data dari beberapa bursa menunjukkan bahwa likuidasi paling besar terjadi pada kontrak Bitcoin dengan leverage 50x, di mana nilai likuidasi mencapai hampir $80 juta.
Faktor-faktor eksternal yang turut memengaruhi pergerakan ini meliputi kebijakan moneter Federal Reserve AS yang tetap dovish, serta ekspektasi peluncuran produk ETF Bitcoin pertama di Amerika yang masih dalam proses persetujuan. Kedua elemen tersebut memberikan dorongan tambahan bagi investor yang melihat kripto sebagai alternatif diversifikasi aset tradisional.
Stellar, yang menjadi sorotan utama, diperkirakan akan terus mengalami kenaikan bila integrasi dengan jaringan pembayaran global berjalan lancar. Tim pengembang XLM baru-baru ini mengumumkan kolaborasi dengan beberapa fintech di Asia Tenggara, yang dapat memperluas basis pengguna serta meningkatkan permintaan token XLM dalam jangka menengah.
Sejumlah analis memperkirakan bahwa volatilitas pasar akan tetap tinggi dalam beberapa minggu ke depan, mengingat adanya ketidakpastian regulasi di beberapa wilayah utama. Sementara itu, para trader berpengalaman disarankan untuk memperhatikan level support kunci di $73.000 untuk Bitcoin, serta memantau volume order book pada bursa futures sebagai indikator potensi pembalikan arah harga.
Secara keseluruhan, kombinasi antara pemulihan harga Bitcoin, performa kuat Stellar, dan tekanan likuidasi futures menciptakan lanskap pasar yang kompleks namun penuh peluang. Investor yang dapat mengelola risiko dengan baik serta memanfaatkan sinyal teknikal yang muncul kemungkinan besar akan meraih keuntungan dalam siklus bullish yang sedang berlangsung.
Dengan dinamika pasar yang terus berubah, pemantauan berita terkini, data on-chain, serta analisis fundamental tetap menjadi kunci utama bagi keputusan investasi yang informatif dan bertanggung jawab.




