Bitcoin Terkoreksi, September Merah Kembali Mengintai?

Ines Feree

Agustus 30, 2025

2
Min Read
Bitcoin Terkoreksi, September Merah Kembali Mengintai?

Kreasik — Pasar kripto, khususnya Bitcoin, menunjukkan sinyal koreksi setelah gagal menembus resistensi US$110.000. Kekhawatiran akan “Red September”, sebuah fenomena penurunan harga yang kerap terjadi di bulan September, kembali menghantui para investor.

Fenomena “Red September” bukan isapan jempol belaka. Indeks S&P 500 telah mencatat rata-rata return negatif setiap September sejak 1928. Bitcoin pun mengalami hal serupa, dengan rata-rata penurunan 3,77% setiap September sejak 2013, berdasarkan data CoinGlass.

Bitcoin Terkoreksi, September Merah Kembali Mengintai?
Gambar Istimewa : cryptoharian.com

Yuri Berg dari FinchTrade berpendapat bahwa “Red September” lebih merupakan eksperimen psikologis pasar. Ekspektasi kolektif akan penurunan, bukan fundamental ekonomi, menjadi pemicu utama.

Beberapa faktor dapat memicu “kutukan September”. Ketika S&P 500 melemah, institusi cenderung menjual Bitcoin untuk menutupi margin atau mengurangi risiko. Efek ini diperparah oleh likuiditas berantai di pasar derivatif kripto.

Sinyal teknis juga menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut. Peluang Bitcoin jatuh ke US$105.000 diperkirakan mencapai 75% di bursa prediksi Myriad.

Namun, September kali ini tidak sepenuhnya mengikuti pola historis. Beberapa faktor dapat meredam dampak “Red September”, seperti potensi persetujuan ETF Bitcoin spot, siklus pemilu AS, dan ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed.

Daniel Keller dari InFlux Technologies menilai bahwa kombinasi faktor-faktor tersebut menciptakan “badai sempurna” bagi Bitcoin untuk terkoreksi. Pasar saat ini tidak lagi melihat Bitcoin sebagai aset safe haven seperti sebelum pandemi COVID-19.

Ben Kurland, CEO DYOR, berpendapat bahwa “Red September” lebih merupakan mitos daripada realitas matematis. Pasar kripto saat ini jauh lebih matang dengan kehadiran ETF, institusi, dan likuiditas yang lebih besar.

Dalam dua tahun terakhir, Bitcoin justru mencatat kenaikan di bulan September. Rata-rata penurunannya pun menurun dari 6% menjadi hanya 2,55%.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Investasi kripto memiliki risiko tinggi. Lakukan riset mendalam sebelum berinvestasi. Kreasik.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul akibat investasi kripto.

Tinggalkan komentar

Related Post