Bitcoin Tak Reli Dolar Melemah JPMorgan Ungkap Fakta

Ines Feree

Januari 30, 2026

3
Min Read

Kreasik — Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) belum mampu memicu reli signifikan pada harga Bitcoin (BTC), sebuah anomali yang kontras dengan penguatan aset "hard" seperti emas. Analis dari JPMorgan menyoroti fenomena ini, memberikan perspektif mengapa aset kripto terbesar itu tidak mengikuti pola historis yang sering dipegang investor.

Menurut analisis JPMorgan, depresiasi dolar AS saat ini lebih disebabkan oleh faktor jangka pendek, seperti pergeseran arus modal dan sentimen pasar, bukan oleh perubahan fundamental pada prospek pertumbuhan ekonomi atau arah kebijakan moneter. Meskipun indeks dolar (DXY) telah mencatat penurunan sekitar 10 persen dalam setahun terakhir, dengan tarif dan dinamika pasar turut menjadi latar belakang, pelemahan terbaru ini dinilai lebih didominasi oleh psikologi pasar dan pergeseran aliran dana. Bahkan, para strategis JPMorgan mencatat bahwa selisih suku bunga justru bergerak menguntungkan dolar AS sejak awal tahun, mengindikasikan bahwa penurunan ini bersifat sementara, mirip dengan episode depresiasi dolar pada April tahun lalu. Oleh karena itu, JPMorgan memprediksi dolar berpotensi stabil jika ekonomi AS menunjukkan penguatan.

Bitcoin Tak Reli Dolar Melemah JPMorgan Ungkap Fakta
Gambar Istimewa : cryptoharian.com

Di sisi lain, Bitcoin justru mematahkan pola yang sering diyakini investor. Secara historis, BTC kerap bergerak berlawanan arah dengan dolar dan imbal hasil obligasi AS, sehingga pelemahan dolar biasanya memberi ruang bagi BTC untuk menguat. Namun, kali ini, JPMorgan berpendapat bahwa pasar tidak lagi memperlakukan Bitcoin sebagai "lindung nilai" klasik terhadap pelemahan mata uang. Sebaliknya, BTC lebih berfungsi sebagai aset berisiko yang sangat sensitif terhadap likuiditas makro, bukan sebagai penyimpan nilai murni seperti emas. Tekanan pada BTC juga diperparah oleh kebijakan suku bunga tinggi The Fed dan nada hawkish dari Ketua The Fed Jerome Powell. Dalam konteks ini, emas dan aset "hard" lainnya justru terbukti lebih efektif sebagai lindung nilai, sehingga reli mereka lebih konsisten saat dolar melemah.

Ke depan, JPMorgan memperkirakan Bitcoin akan terus tertinggal dari lindung nilai makro tradisional sampai faktor pendorong utama pasar bergeser dari sentimen dan arus jangka pendek menuju dinamika pertumbuhan ekonomi atau suku bunga yang lebih jelas dan fundamental. Pasar juga disebut tengah memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Juni, seiring dengan potensi perubahan kepemimpinan di Bank Sentral Amerika yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di Kreasik.id ditujukan sebagai sarana informatif. Artikel ini bukan nasihat investasi atau saran trading. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset mendalam karena kripto adalah aset yang sangat volatil dan berisiko tinggi. Kreasik.id tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan Anda.

Tinggalkan komentar

Related Post