Tabungan SimPel Sentuh Rp32 Triliun, Ini Kata OJK

Riya Sharma

Agustus 17, 2025

2
Min Read
Tabungan SimPel Sentuh Rp32 Triliun, Ini Kata OJK

Kreasik — Dana Simpanan Pelajar (SimPel) di perbankan nasional mencatatkan angka fantastis, mencapai Rp32 triliun. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, mengungkapkan hal ini dalam acara Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2025 di Cibubur, Jakarta, Kamis (14/8/2025).

Mahendra menjelaskan, capaian ini didukung oleh 59 juta rekening SimPel yang dimiliki pelajar dari berbagai tingkatan, mulai dari PAUD hingga SMA/sederajat. Tabungan SimPel yang diluncurkan secara nasional pada tahun 2015 ini, bukan hanya sekadar simpanan pribadi, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian nasional.

Tabungan SimPel Sentuh Rp32 Triliun, Ini Kata OJK
Gambar Istimewa : www.waspada.id

Dana yang terkumpul dari tabungan SimPel, lanjut Mahendra, dimanfaatkan untuk berbagai keperluan produktif, seperti menciptakan lapangan kerja dan memberikan pinjaman bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan demikian, setiap вклад pelajar memberikan nilai tambah dan sumbangsih besar bagi bangsa.

Acara LIKE IT 2025, yang diselenggarakan oleh OJK bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), mengangkat tema “Generasi Muda Mandiri Finansial, Menuju Indonesia Emas”. Kegiatan ini juga melibatkan Pramuka Berkebutuhan Khusus sebagai penggiat ekonomi masa depan.

LIKE IT merupakan program rutin sejak 2021 dari Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FK-PPPK) yang bertujuan meningkatkan literasi dan memperluas basis investor ritel. Tahun ini, LIKE IT disinergikan dengan Perkemahan Pramuka Berkebutuhan Khusus Nasional (PPBK Nas) 2025.

Dalam kegiatan ini, para pemimpin dari empat lembaga anggota FK-PPPK memberikan motivasi kepada peserta Pramuka untuk mulai merencanakan keuangan melalui tabungan dan investasi. PPBK Nas 2025 diikuti oleh sekitar 3.000 Pramuka Tingkat Penegak dan Pandega.

Pelajar dan penyandang disabilitas menjadi segmen prioritas penerima edukasi keuangan sesuai Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia 2021-2025. Dengan jumlah peserta yang besar, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas literasi keuangan dan memperkuat basis investor ritel di Indonesia.

Tinggalkan komentar

Related Post