Saham Nike Mencapai Titik Terendah Dalam 12 Tahun: Apa yang Terjadi?

Author Image

Terbit

2 Juli 2026, 15:20 WIB

Saham Nike Mencapai Titik Terendah Dalam 12 Tahun: Apa yang Terjadi?
Saham Nike Mencapai Titik Terendah Dalam 12 Tahun: Apa yang Terjadi?

KreAsik – 02 Juli 2026 | Saham Nike (NKE) mencapai titik terendah dalam 12 tahun terakhir, dengan penurunan sekitar 1% pada hari Rabu, dan sempat bertransaksi di level $40. Penurunan ini terjadi meskipun perusahaan tersebut melaporkan keuntungan yang melebihi ekspektasi. Namun, keuntungan tersebut sebagian besar berasal dari pengembalian tarif satu kali, yang tidak mencerminkan peningkatan penjualan.

Keuntungan Nike yang dilaporkan sebesar $0,20 per saham, melebihi ekspektasi Wall Street yang sebesar $0,13 per saham. Namun, sebagian besar keuntungan tersebut berasal dari pengembalian tarif sebesar $986 juta, yang merupakan pembayaran satu kali dari pemerintah setelah Mahkamah Agung membatalkan banyak tarif.

Penjualan Nike turun menjadi $10,97 miliar, dengan penjualan di Cina turun sebesar 12%. Ini menunjukkan bahwa perusahaan masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan penjualan. Analis keuangan telah mengurangi target harga saham Nike, dengan Goldman Sachs menurunkan targetnya menjadi $42 dari $46, dan JPMorgan menurunkan targetnya menjadi $47 dari $52.

UBS tetap optimis dengan target harga $48, sementara Jefferies tetap menjadi satu-satunya analis yang bullish dengan target harga $90. Namun, sebagian besar target harga yang direvisi masih berada di atas harga penutupan terakhir saham Nike, yang berada di sekitar $41.

Perhatian telah beralih ke posisi trader, dengan rasio put-call (pembelian opsi jual dibandingkan dengan pembelian opsi beli) melompat menjadi 1,14 pada 30 Juni dari 0,53 pada 26 Juni. Ini menunjukkan bahwa trader telah menjadi lebih defensif dan mempertimbangkan kemungkinan penurunan harga saham Nike.

Volume perdagangan saham Nike juga meningkat, dengan 73,89 juta saham diperdagangkan, yang merupakan volume perdagangan tertinggi kedua sejak awal April. Ini menunjukkan bahwa trader telah menjadi lebih aktif dalam memperdagangkan saham Nike.

Aliran uang juga menunjukkan tekanan jual yang meningkat, dengan Chaikin Money Flow (CMF) berada di level -0,29. Ini menunjukkan bahwa investor institusional tidak banyak terlibat dalam pembelian saham Nike.

Grafik harga saham Nike juga menunjukkan pola head-and-shoulders yang bearish, dengan potensi penurunan sebesar 14%. Ini menunjukkan bahwa harga saham Nike dapat terus menurun jika pola ini terkonfirmasi.

Untuk membalikkan tren bearish ini, saham Nike perlu merebut kembali level $41 dengan cepat, dan penutupan harian di atas $42 akan menunjukkan kekuatan yang nyata. Namun, jika harga saham Nike gagal merebut kembali level ini, maka penurunan harga dapat terus berlanjut.

Kesimpulan: Saham Nike telah mencapai titik terendah dalam 12 tahun terakhir, dengan penurunan yang dipicu oleh keuntungan yang tidak mencerminkan peningkatan penjualan. Analis keuangan telah mengurangi target harga saham Nike, dan posisi trader telah menjadi lebih defensif. Grafik harga saham Nike juga menunjukkan pola bearish, yang dapat memperburuk penurunan harga jika tidak segera dibalikkan.

Related Post

Terbaru