KreAsik – 20 Agustus 2026 | Korea Exchange (KRX) terpaksa menghentikan perdagangan pada Selasa, 28 Juli 2026, setelah indeks acuan KOSPI mengalami kejatuhan tajam lebih dari delapan persen dalam sesi pagi. Penurunan ini menandai penurunan signifikan dari level penutupan sebelumnya, 6.755,75, ke titik terendah sekitar 6.213,51, memicu mekanisme circuit breaker pertama.
Penghentian sementara berlangsung selama dua puluh menit, memberikan pelaku pasar ruang untuk menilai kembali kondisi yang sangat volatile. Mekanisme circuit breaker KRX dirancang untuk menahan tekanan jual yang berlebihan dalam waktu singkat, dengan tiga tingkatan aktivasi: pertama pada penurunan 8 persen, kedua pada 15 persen, dan penghentian total bila indeks jatuh 20 persen.
Saat circuit breaker diaktifkan, KRX juga menyalakan mekanisme “sell‑side sidecar” yang menangguhkan order jual berbasis program selama lima menit ketika kontrak berjangka dan indeks bergerak turun dalam batas tertentu. Meskipun demikian, penurunan tetap berlanjut, memaksa bursa menutup seluruh perdagangan di pasar utama hingga sesi berikutnya.
Baca Juga:
- Level pertama: penurunan ≥8% selama satu menit.
- Level kedua: penurunan ≥15%.
- Level ketiga: penurunan ≥20%, menghentikan perdagangan sampai akhir sesi.
Saham semikonduktor menjadi pendorong utama kejatuhan. Samsung Electronics turun lebih dari sembilan persen, sementara SK Hynix meluncur sekitar sebelas persen. Kedua perusahaan memiliki bobot kapitalisasi pasar terbesar di Korea Selatan, sehingga penurunan mereka langsung menurunkan KOSPI secara signifikan.
Faktor eksternal turut memperparah situasi. Indeks semikonduktor Amerika Serikat, PHLX Semiconductor Sector Index (SOX), mencatat penurunan 4,16 persen pada perdagangan 27 Juli 2026. Penurunan tersebut menimbulkan kekhawatiran global atas permintaan chip, terutama yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI). Investor kini menilai risiko perlambatan belanja infrastruktur AI dan pembiayaan pusat data, yang selama ini menjadi motor pertumbuhan bagi produsen chip Korea.
Sentimen AI yang sebelumnya mengangkat valuasi perusahaan teknologi kini diuji. Ketika ekspektasi permintaan AI melemah, saham chip menjadi sangat sensitif terhadap koreksi. Selain itu, kekhawatiran akan kelebihan kapasitas produksi memori, terutama dari produsen China yang meningkatkan produksi DRAM, menambah tekanan pada profitabilitas produsen Korea.
SK Hynix juga menghadapi tekanan setelah peluncuran American Depositary Receipt (ADR) di Nasdaq pada 10 Juli 2026. Meskipun ADR dimaksudkan memperluas basis investor global, penurunan harga saham di pasar Amerika menambah kecemasan investor domestik.
Persaingan dengan produsen chip China menjadi sorotan tambahan. China sedang meningkatkan kapasitas produksi memori dan mengembangkan peralatan manufaktur semikonduktor secara domestik, yang berpotensi menggerus pangsa pasar Korea Selatan. Meskipun demikian, fundamental industri chip Korea tetap kuat berkat permintaan memori AI, tercermin dari laporan keuangan kuartal pertama 2026 SK Hynix yang mencatat pendapatan 52,6 triliun won.
Samsung Electronics tetap melanjutkan kebijakan pengembalian modal kepada pemegang saham, termasuk dividen reguler tahunan, sebagai upaya menjaga nilai bagi investor di tengah volatilitas pasar.
Kejatuhan tajam KOSPI menegaskan betapa sensitifnya indeks Korea Selatan terhadap sektor teknologi, khususnya semikonduktor. Konsentrasi tinggi pada Samsung Electronics dan SK Hynix membuat pergerakan indeks sangat dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi industri chip global. Pelaku pasar kini menunggu perkembangan selanjutnya, termasuk pergerakan saham chip di Amerika Serikat, kebijakan produksi China, serta laporan keuangan perusahaan teknologi utama.
Dengan circuit breaker yang telah diaktifkan, KRX berharap volatilitas dapat terkendali dan kepercayaan investor dapat pulih. Namun, ketidakpastian global terhadap permintaan AI dan persaingan industri semikonduktor tetap menjadi tantangan utama bagi pasar Korea Selatan.




