OJK Dorong Generasi Muda Giat Menabung

Riya Sharma

Agustus 24, 2025

2
Min Read
OJK Dorong Generasi Muda Giat Menabung

Kreasik — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengintensifkan kampanye budaya menabung sejak dini melalui serangkaian inisiatif Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025. Langkah ini merupakan upaya strategis dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045 yang mandiri secara finansial.

Inisiatif ini melibatkan sinergi antara Kementerian/Lembaga, pelaku industri jasa keuangan, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.

OJK Dorong Generasi Muda Giat Menabung
Gambar Istimewa : imgv2-2-f.scribdassets.com

Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), Airlangga Hartarto, menekankan bahwa kebiasaan menabung sejak usia muda sangat krusial untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak di masa depan dan membangun kemandirian finansial.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara, menambahkan bahwa menabung bukan hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga menjadi sumber pendanaan penting bagi pembangunan ekonomi nasional. “Tabungan masyarakat menjadi sumber dana untuk membiayai perusahaan, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pembangunan di Indonesia,” ujarnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa HIM merupakan bagian dari dukungan OJK terhadap program Asta Cita pemerintah dalam menyiapkan Generasi Emas 2045. Ia juga mengingatkan pelajar untuk berhati-hati terhadap pinjaman online ilegal dan gaya hidup konsumtif yang berlebihan.

Program KEJAR (Simpanan Pelajar/SimPel dan Tabungan Anak) telah berhasil menjangkau hampir 88% pelajar Indonesia atau 58,32 juta pelajar dengan total simpanan lebih dari Rp34 triliun. Selama periode HIM 2025 (1 Juli – 10 Agustus), tercatat 263.109 rekening pelajar baru berhasil dibuka dengan nominal tabungan mencapai Rp338,6 miliar.

Selain itu, sebanyak 4.283 kegiatan sosialisasi telah diselenggarakan, melibatkan 334.540 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, guru, hingga orang tua. Termasuk program Bank Goes to School yang sudah digelar lebih dari 120 ribu kali di 101 ribu sekolah di seluruh Indonesia.

Capaian ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperluas akses keuangan dan meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menabung untuk membangun kemandirian finansial di masa depan, seperti yang dilansir dari Kreasik.id.

Tinggalkan komentar

Related Post