Kreasik — Enam bulan pasca pemisahan unit usaha syariah (UUS) atau spin off pada 1 Desember 2024, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah mencatatkan kinerja positif dengan total aset mencapai Rp1,61 triliun per Mei 2025.
Shierly Ge, Chief Marketing Officer Manulife Indonesia, mengungkapkan bahwa pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam waktu singkat setelah spin off. Langkah ini merupakan wujud dukungan terhadap kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperkuat industri asuransi syariah di Indonesia.

Menurut Shierly, spin off menjadi peluang strategis untuk memperluas jangkauan layanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk asuransi berbasis prinsip syariah. Indonesia, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, menawarkan potensi pasar yang sangat besar untuk solusi keuangan syariah.
Meskipun mengakui tantangan dalam membangun brand awareness dan meningkatkan literasi keuangan syariah, Manulife optimis dengan dukungan penuh dari grup Manulife dan strategi pemasaran yang terarah.
Ke depan, Manulife Syariah akan fokus pada pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pasar, peningkatan literasi keuangan syariah, dan penguatan jaringan distribusi untuk menjangkau lebih banyak nasabah di seluruh Indonesia.
Tinggalkan komentar