KreAsik – 04 Juni 2026 | Beberapa saham AS yang dipromosikan oleh Trump telah menjadi topik pembicaraan hangat di Wall Street tahun ini, dan tiga di antaranya menonjol bagi para pedagang. Salah satu saham tersebut mendapat pos di Truth Social karena teknologi perangnya. Sementara itu, saham lainnya mengalami kenaikan setelah pemerintah membeli sahamnya dan merilis laporan keuangan yang kuat. Saham ketiga mendapat sinyal langsung untuk membelinya di Gedung Putih.
Saham Palantir Technologies (NASDAQ: PLTR) berada di sekitar $142, turun 6,5% dalam sesi terakhir. Penurunan ini mengganggu tren naik yang membuatnya menjadi salah satu saham AS yang dipromosikan Trump yang paling menonjol pada musim semi ini.
Pada 10 April, Trump memposting di Truth Social bahwa Palantir telah membuktikan kemampuan perang yang luar biasa. Saham tersebut berada di sekitar $122 pada saat itu, dan sejak itu telah melonjak sekitar 33%.
Baca Juga:
Saham Intel Corporation (NASDAQ: INTC) berada di sekitar $108, turun 1,28% dalam sesi terakhir, meskipun kutipan pra-pasar menunjukkan kenaikan di sekitar $114. Saham ini merupakan saham yang paling terkait dengan kebijakan dari saham-saham yang dipromosikan Trump.
Administrasi Trump memiliki saham di Intel, dan posisi tersebut telah meningkat sekitar 250% pada akhir April, menurut data. Trump telah mengambil kredit publik untuk kenaikan harga saham Intel, dan dasar-dasar fundamental mendukungnya.
Saham Dell Technologies (NYSE: DELL) berada di sekitar $435, turun 6,58% dalam sesi terakhir setelah menyentuh rekor di sekitar $469. Saham ini memiliki endorsement langsung dari Trump, yang pada awal Mei mengatakan kepada kerumunan di Gedung Putih untuk membeli saham Dell karena mereka “hebat”.
Sejak akhir Maret, DELL telah melonjak dari sekitar $155 ke puncak $469. Saham ini hampir dua kali lipat dalam beberapa minggu sejak endorsement langsung dari Trump.
Kesimpulan: Saham-saham AS yang dipromosikan Trump ini menawarkan peluang menarik bagi para pedagang, tetapi juga memiliki risiko yang signifikan. Palantir Technologies, Intel Corporation, dan Dell Technologies memiliki potensi untuk melanjutkan tren naik mereka, tetapi juga rentan terhadap penurunan harga yang tajam.




