Iuran BPJS Kesehatan Naik Jadi Rp165,3 Triliun

Riya Sharma

Juli 15, 2025

2
Min Read
Iuran BPJS Kesehatan Naik Jadi Rp165,3 Triliun

Kreasik — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatatkan kinerja positif dalam pengumpulan iuran sepanjang tahun 2024. Total iuran yang berhasil dihimpun mencapai Rp165,3 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 8,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp151,7 triliun.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, mengungkapkan bahwa meskipun terjadi peningkatan signifikan, angka ini baru mencakup sekitar sepertiga dari total pembiayaan kesehatan nasional. “Iuran yang kita kumpulkan terus meningkat. Namun, untuk pembiayaan kesehatan seluruh Indonesia, kontribusi BPJS Kesehatan masih sekitar sepertiga,” ujarnya dalam acara Public Expose BPJS Kesehatan di Jakarta, Senin (14/7/2025).

Iuran BPJS Kesehatan Naik Jadi Rp165,3 Triliun
Gambar Istimewa : storage.googleapis.com

Ghufron menjelaskan bahwa total belanja kesehatan nasional mencapai sekitar Rp614 triliun per tahun, sementara pengeluaran BPJS Kesehatan diperkirakan sekitar Rp185 triliun pada tahun 2025.

Peningkatan kolektabilitas iuran juga didukung oleh bertambahnya jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang membayar iuran. Pada tahun 2024, tercatat 99,17 juta peserta yang membayar iuran, meningkat dari 98,62 juta pada tahun sebelumnya. Perluasan akses kanal pembayaran iuran menjadi salah satu faktor pendorong peningkatan ini.

Dari sisi kesehatan keuangan, aset bersih Dana Jaminan Sosial (DJS) BPJS Kesehatan tercatat sebesar Rp49,52 triliun pada akhir 2024, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp56,67 triliun. Meskipun demikian, kondisi ini masih dinilai aman karena dana tersebut mencukupi kebutuhan pembayaran klaim untuk 3,40 bulan ke depan, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah.

Lebih lanjut, hasil investasi BPJS Kesehatan pada 2025 tercatat sebesar Rp5,39 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp4,46 triliun. Meskipun lebih rendah dibandingkan hasil investasi tahun 2023 yang mencapai Rp5,7 triliun, penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya nilai dana yang diinvestasikan. Kreasik.id

Tinggalkan komentar

Related Post