KreAsik – 07 Juni 2026 | SpaceX, perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk, akan segera melakukan penawaran umum perdana (IPO) dengan valuasi sekitar $1,77 triliun. Namun, ada beberapa hal yang tidak terlalu ditekankan dalam pengajuan IPO tersebut.
SpaceX memiliki ambisi besar untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan menguasai pasar yang diperkirakan akan mencapai $28,5 triliun. Namun, perusahaan ini juga menghadapi kerugian yang cukup besar, yaitu $4,94 miliar pada tahun 2025, setelah merger dengan xAI.
Starlink, layanan internet satelit milik SpaceX, merupakan salah satu sumber pendapatan yang paling stabil. Namun, pendapatan per pengguna telah menurun sekitar 23% dalam setahun terakhir.
Baca Juga:
SpaceX juga memiliki struktur kepemilikan yang unik, dengan Elon Musk memegang sekitar 42% saham, tetapi memiliki 85,1% hak suara. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana perusahaan akan diatur setelah IPO.
IPO SpaceX ini merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah, dan banyak investor yang tertarik untuk membeli saham perusahaan ini. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membuat keputusan investasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, SpaceX telah membuat kemajuan yang signifikan dalam teknologi roket dan satelit. Namun, perusahaan ini masih memiliki banyak tantangan yang harus diatasi, termasuk persaingan dengan perusahaan lain di industri AI dan teknologi.
Oleh karena itu, investor perlu melakukan analisis yang cermat sebelum memutuskan untuk membeli saham SpaceX. Mereka perlu mempertimbangkan faktor-faktor seperti valuasi perusahaan, pendapatan, dan prospek masa depan.
Dalam kesimpulan, IPO SpaceX merupakan sebuah kesempatan yang menarik bagi investor, tetapi juga memiliki beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan. Investor perlu melakukan analisis yang cermat dan mempertimbangkan semua faktor yang relevan sebelum membuat keputusan investasi.




