3 Alasan Tersembunyi yang Membuat BitMEX Tutup Usaha dan Mengancam Pesaing

Author Image

Terbit

25 Juli 2026, 04:07 WIB

3 Alasan Tersembunyi yang Membuat BitMEX Tutup Usaha dan Mengancam Pesaing
3 Alasan Tersembunyi yang Membuat BitMEX Tutup Usaha dan Mengancam Pesaing

KreAsik – 25 Juli 2026 | BitMEX, salah satu perusahaan perdagangan cryptocurrency terkemuka, telah mengumumkan tutup usaha pada 23 September 2026. Meskipun penutupan ini tidak disertai dengan keruntuhan, namun ada beberapa alasan yang tersembunyi di balik keputusan ini. Tiga alasan utama yang mendorong BitMEX untuk tutup usaha adalah:

1. BitMEX Hilang Dominasi di Pasar

BitMEX diluncurkan pada tahun 2014 dan berhasil menciptakan produk perdagangan permenperman yang tidak pernah kadaluarsa. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini telah mengalami penurunan signifikan dalam penjualan. Sesuai dengan data dari CoinGecko pada Agustus 2023, BitMEX hanya menempati peringkat 9 dengan bagian 0,9% dari perdagangan derivatif. Binance, salah satu pesaing utamanya, telah menguasai 47,4% dari perdagangan derivatif.

Penurunan ini tidak berhenti di situ. Pada bulan ini, perekam pasar Kaiko telah menempatkan bagian BitMEX di bawah 0,01%. Volume perdagangan harian hanya sekitar $400.000. Traders biasanya pergi ke tempat-tempat yang lebih besar, sehingga BitMEX telah kehilangan bagian pasar yang pernah dimilikinya.

2. Tidak Ada Pembeli yang Mau Mengambil Risiko

Perusahaan perdagangan cryptocurrency yang lemah masih bisa dijual. Namun, BitMEX tidak berhasil menutup transaksi apa pun. Menurut analis cryptocurrency Hasu, perusahaan ini telah mencari pembeli sejak Februari 2025, namun tidak ada yang mau mengambil risiko.

Salah satu alasan mengapa pembeli tidak mau mengambil risiko adalah karena latar belakang hukum BitMEX. Pada tahun 2020, regulator AS telah mengajukan tuntutan terhadap BitMEX dan pendiri perusahaan, termasuk Arthur Hayes, Sam Reed, Samuel Reed, Gregory Dwyer, dan Hayden Hughes. Tuntutan ini terkait dengan kontrol anti-pencucian uang yang lemah. Dua pendiri, Arthur Hayes dan Sam Reed, telah membayar denda masing-masing $10 juta.

3. Dana Asuransi $270 Juta yang Tidak Bisa Dijual

Sebenarnya, ada alasan lain yang lebih mendalam mengapa BitMEX tutup usaha. Setiap perusahaan perdagangan cryptocurrency memiliki dana asuransi yang berfungsi sebagai penyangga untuk melindungi keuangan mereka dari kerugian.

Dana asuransi BitMEX telah mencapai nilai sekitar 37.795 Bitcoin pada Oktober 2021. Namun, pada saat ini, nilai dana asuransi hanya sekitar 3.694 Bitcoin. Selain itu, dana asuransi juga memiliki sekitar $30,8 juta dalam Tether (USDT), token stabilisasi. Ini berarti bahwa dana asuransi BitMEX telah menurun sekitar 90% dari nilai puncaknya.

Perlu diingat bahwa dana asuransi ini tidak dalam bahaya. Pada Oktober 10, cryptocurrency telah mengalami kerugian terbesar dalam sejarah, dengan total kerugian sekitar $19,35 miliar. Namun, BitMEX hanya mengalami kerugian sekitar $2 juta dari dana asuransi.

Sebenarnya, dana asuransi BitMEX masih cukup besar untuk menutup kerugian perusahaan. Namun, keputusan untuk tutup usaha masih menjadi misteri. Salah satu analis, Thomas Braziel, telah mengatakan bahwa dana asuransi ini telah dijual dengan harga sekitar $270 juta. Namun, tidak ada yang mau membelinya.

Keputusan BitMEX untuk tutup usaha adalah peringatan bagi perusahaan lain. Mereka harus tetap relevan, memiliki catatan buku yang bersih, dan mudah dijual. Jika tidak, mereka mungkin akan mengalami nasib yang sama.

Dan sekarang, ada pertanyaan yang besar: apa yang akan terjadi dengan dana asuransi $270 juta setelah BitMEX tutup usaha?

Hasil akhir dari penutupan BitMEX adalah peringatan bagi perusahaan lain: jangan pernah melupakan pentingnya keuangan yang sehat dan keputusan yang tepat.

Related Post

Terbaru