KreAsik – 24 Juni 2026 | Perang antara Amerika Serikat dan Iran telah memicu ketegangan di pasar minyak global. Namun, kesepakatan antara kedua negara tersebut telah menurunkan harga minyak. Meskipun demikian, seorang pedagang veteran memprediksi bahwa harga minyak bisa melonjak hingga $135 dalam waktu sebulan jika pasokan minyak tidak pulih.
Vice President JD Vance telah memimpin perundingan dengan Iran dan mengumumkan beberapa kemajuan. Kedua belah pihak telah membangun mekanisme untuk menjaga Terusan Hormuz tetap terbuka. Namun, kesepakatan tersebut masih belum rampung, dan situasi di lapangan masih belum stabil.
Harga minyak Brent telah turun tajam dalam sebulan terakhir, namun pedagang veteran Dan Dicker memperingatkan bahwa harga minyak bisa melonjak jika pasokan minyak tidak pulih. Ia memprediksi bahwa harga minyak bisa melonjak hingga $135 dalam waktu sebulan jika inventori minyak tetap rendah dan pasokan minyak tidak pulih.
Baca Juga:
Pasar minyak saat ini sedang dalam kondisi yang tidak stabil, dan banyak pedagang yang telah memilih untuk berspekulasi pada harga minyak yang lebih rendah. Namun, beberapa pedagang lainnya masih yakin bahwa harga minyak akan naik dalam waktu dekat.
Pasar minyak saat ini sedang dalam kondisi yang sangat tidak stabil, dan banyak pedagang yang telah memilih untuk berspekulasi pada harga minyak yang lebih rendah. Namun, beberapa pedagang lainnya masih yakin bahwa harga minyak akan naik dalam waktu dekat.
Kesimpulan, harga minyak saat ini sedang dalam kondisi yang tidak stabil, dan banyak pedagang yang telah memilih untuk berspekulasi pada harga minyak yang lebih rendah. Namun, beberapa pedagang lainnya masih yakin bahwa harga minyak akan naik dalam waktu dekat, terutama jika pasokan minyak tidak pulih.




