Kreasik — Platform pembayaran digital Durianpay mencatatkan kinerja impresif dengan membukukan lebih dari 60 juta transaksi setiap bulannya sejak didirikan pada tahun 2020. Perusahaan teknologi finansial (fintech) ini juga telah melayani lebih dari 100 klien korporasi, mulai dari sektor keuangan konvensional hingga platform aset kripto.
Natasha Ardiani, CEO dan Co-Founder Durianpay, mengungkapkan bahwa pertumbuhan pesat ini didorong oleh solusi inovatif yang menghubungkan berbagai metode pembayaran dan platform. "Durianpay bercita-cita menjadi tulang punggung infrastruktur pembayaran terpadu di Asia Tenggara, menciptakan ekosistem transaksi yang lebih lancar, efisien, dan inklusif," ujarnya.

Menurut data internal perusahaan, Durianpay mengalami pertumbuhan lima kali lipat secara tahunan sejak 2022. Nilai transaksi yang diproses (Total Processing Value/TPV) juga meningkat tiga kali lipat pada periode yang sama. Guna mendukung ekspansi bisnis di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, Durianpay telah berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar USD8,1 juta. Saat ini, perusahaan tengah mengembangkan fitur-fitur baru yang lebih berfokus pada kebutuhan bisnis, serta memperluas jaringan pembayaran dan jangkauan geografis.
Pengakuan atas inovasi dan kepemimpinan Natasha Ardiani juga datang dari Endeavor Indonesia, yang menobatkannya sebagai Endeavor Entrepreneur ke-110. Pencapaian ini diraih pada ajang International Selection Panel (ISP) ke-104 di Cambridge. Monika Rudijono, Managing Director Endeavor Indonesia, menyatakan bahwa keberhasilan Natasha adalah bukti nyata potensi founder perempuan Indonesia dalam menciptakan solusi yang kompetitif di pasar global. "Pengakuan ini menegaskan bahwa visi dan misi Natasha dalam mengatasi fragmentasi pembayaran di kawasan ini memiliki potensi besar untuk menciptakan dampak yang lebih luas," pungkasnya seperti dikutip dari Kreasik.id.
Tinggalkan komentar