KreAsik – 15 Juni 2026 | Pasar saham Jepang mencatatkan rekor tertinggi baru, dengan indeks Nikkei mencapai 69.700 untuk pertama kalinya. Ini terjadi setelah adanya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang mengakhiri konflik dan memicu rally di pasar saham global.
Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan tersebut, yang akan ditandatangani di Swiss pada hari Jumat. Kesepakatan ini akan mengakhiri blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran dan membuka kembali Selat Hormuz, salah satu rute minyak utama.
Sebagai hasilnya, harga minyak mentah turun, dengan West Texas Intermediate turun sekitar 4,6% dan Brent Crude turun sekitar 5%. Namun, saham dan aset kripto bergerak ke arah yang berlawanan, dengan indeks Dow Jones Industrial Average naik 342 poin, atau 0,7%.
Baca Juga:
Bank Sentral Jepang (BOJ) diharapkan akan menaikkan suku bunga kebijakannya menjadi 1% dari 0,75% pada hari Selasa. Keputusan ini dapat mempengaruhi pasar saham dan aset kripto, karena suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi daya tarik carry trade yang didanai oleh yen.
Para investor mungkin akan fokus pada panduan BOJ daripada kenaikan suku bunga itu sendiri, karena pasar telah memprediksi kenaikan suku bunga. Namun, jika BOJ menunjukkan niat untuk mengencangkan kebijakan moneter lebih agresif, maka hal ini dapat menekan saham, aset kripto, dan aset lain yang sensitif terhadap risiko.
Kesimpulan, rekor tertinggi Nikkei Jepang membawa harapan bagi investor, namun risiko kenaikan suku bunga BOJ dapat mengubah sentimen pasar. Investor harus tetap waspada dan memantau perkembangan kebijakan moneter BOJ untuk memprediksi arah pasar saham dan aset kripto di masa depan.




