Membangun Token Capital dan Human Capital untuk Masa Depan Perusahaan

Author Image

Terbit

16 Juni 2026, 01:20 WIB

Membangun Token Capital dan Human Capital untuk Masa Depan Perusahaan
Membangun Token Capital dan Human Capital untuk Masa Depan Perusahaan

KreAsik – 16 Juni 2026 | Microsoft Chief Executive Satya Nadella baru-baru ini menyatakan bahwa setiap perusahaan harus membangun apa yang disebutnya sebagai token capital dan human capital. Menurut Nadella, kemampuan AI yang dimiliki dan dikembangkan oleh perusahaan sendiri (token capital) serta pengetahuan, hubungan, dan kemampuan pengenalan pola yang dimiliki oleh karyawan (human capital) adalah aset yang sangat penting untuk kesuksesan perusahaan di era AI.

Nadella menjelaskan bahwa token capital adalah kemampuan AI yang dimiliki dan dikembangkan oleh perusahaan sendiri, termasuk sistem dan model yang dibangun dan dimiliki oleh perusahaan. Sementara itu, human capital adalah pengetahuan, hubungan, dan kemampuan pengenalan pola yang dimiliki oleh karyawan. Nadella juga menekankan bahwa human capital menjadi lebih berharga ketika token capital tumbuh.

Nadella juga menyatakan bahwa kesempatan yang sebenarnya tidak datang dari memilih model yang paling kuat, melainkan dari membangun loop pembelajaran di atas model, di mana human capital dan token capital saling menguatkan. Menurut Nadella, perusahaan harus membangun sistem yang dapat memperbaiki diri sendiri seiring waktu, sehingga perusahaan dapat mempertahankan kontrol atas properti intelektual mereka.

Nadella juga memperingatkan bahwa jika perusahaan tidak membangun token capital dan human capital, maka mereka akan kehilangan nilai dan kontrol atas properti intelektual mereka. Nadella juga menekankan bahwa perusahaan harus membangun ekosistem yang dapat memungkinkan perusahaan untuk mempertahankan kontrol atas properti intelektual mereka dan memperbaiki sistem mereka seiring waktu.

Dalam kesimpulan, Nadella menekankan bahwa perusahaan harus membangun token capital dan human capital untuk mempertahankan kontrol atas properti intelektual mereka dan memperbaiki sistem mereka seiring waktu. Dengan demikian, perusahaan dapat mempertahankan nilai dan kontrol atas properti intelektual mereka di era AI.

Related Post

Terbaru