KreAsik – 22 Agustus 2026 | Pemerintah Indonesia membuka penawaran Sukuk Ritel (SR) seri SR025 pada 21 Agustus 2026, memberikan kesempatan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) untuk berinvestasi pada instrumen syariah negara dengan imbalan tetap. Penawaran ini berlangsung hingga 16 September 2026 melalui sistem e-SBN dan dapat diakses lewat 33 mitra distribusi resmi.
SR025 hadir dalam dua tenor: SR025T3 dengan jangka waktu tiga tahun dan imbalan 6,80% per tahun, serta SR025T5 dengan lima tahun dan imbalan 6,90% per tahun. Pembayaran kupon dilakukan setiap tanggal 10 setiap bulan, dimulai 10 Oktober 2026. Setiap pembayaran kupon dikenai pajak 10%. Nilai minimum pemesanan bagi kedua seri adalah Rp1 juta, sedangkan nilai maksimum mencapai Rp5 miliar untuk T3 dan Rp10 miliar untuk T5.
Berikut tabel ringkas karakteristik SR025:
Baca Juga:
| Tenor | Jatuh Tempo | Imbalan | Minimum Pemesanan | Maksimum Pemesanan |
|---|---|---|---|---|
| SR025T3 | 10 September 2029 | 6,80% | Rp1 juta | Rp5 miliar |
| SR025T5 | 10 September 2031 | 6,90% | Rp1 juta | Rp10 miliar |
Karakteristik utama SR025 meliputi:
- Akad Ijarah, tanpa unsur riba, maysir, atau gharar.
- Pokok dan imbalan dijamin negara, sehingga risiko kredit minimal.
- Likuiditas terjaga setelah masa holding period satu periode pembayaran kupon.
- Pasar sekunder terbuka, namun harga dapat berfluktuasi mengikuti kondisi pasar.
Menurut analis di Sinarmas Sekuritas, real yield SR025 diperkirakan berada di kisaran 3,81%–4,00% setelah memotong inflasi 2,88%. Hal ini menambah daya tarik dibandingkan obligasi pemerintah non-syariah atau reksa dana pasar uang. Namun, investor harus memperhatikan risiko makroekonomi: kenaikan suku bunga Bank Indonesia atau tekanan inflasi dapat menurunkan harga pasar sekunder SR025.
Strategi investasi yang disarankan adalah “Hold to Maturity”, memegang instrumen hingga jatuh tempo agar tidak terkena fluktuasi harga. Jika diperlukan likuiditas, investor dapat menjual di pasar sekunder setelah masa holding period, meski harga mungkin di bawah par.
Perbandingan dengan reksa dana pasar uang menyoroti perbedaan tujuan dan struktur: reksa dana mengalokasikan dana pada instrumen pasar uang jangka pendek, sementara SR025 menawarkan imbalan tetap dan jangka panjang, cocok bagi investor dengan horizon menengah ke panjang.
Investor yang ingin memanfaatkan SR025 sebagai pendapatan tambahan dapat menghitung arus kas bulanan berdasarkan jumlah dana yang diinvestasikan. Misalnya, investasi Rp10 juta pada SR025T3 menghasilkan pembayaran kupon sekitar Rp680.000 per tahun, atau Rp56.667 per bulan, setelah dipotong pajak.
Kesimpulannya, SR025 membuka peluang bagi WNI untuk berinvestasi pada instrumen syariah dengan imbalan tetap tinggi dan jaminan negara. Meskipun risiko pasar tetap ada, strategi hold to maturity dan pemahaman tentang fluktuasi suku bunga dapat memaksimalkan keuntungan.




