Binance vs Strategy: Siapa Lebih Rugi Saat Bitcoin Turun?

Author Image

Terbit

22 Agustus 2026, 07:12 WIB

Binance vs Strategy: Siapa Lebih Rugi Saat Bitcoin Turun?
Binance vs Strategy: Siapa Lebih Rugi Saat Bitcoin Turun?

KreAsik – 22 Agustus 2026 | Analisis terbaru mengungkap perbandingan antara Binance dan Strategy dalam menghadapi penurunan harga Bitcoin. Kedua entitas memiliki cadangan Bitcoin yang signifikan, namun struktur kepemilikan dan biaya dasar yang berbeda membuat dampak penurunan harga tidak dirasakan secara serupa.

Di sisi lain, Strategy—yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy—memiliki 843.775 BTC. Karena Bitcoin tersebut tercatat sebagai aset neraca perusahaan, eksposurnya terhadap fluktuasi harga lebih langsung. Darkfost menekankan bahwa perbedaan sifat kepemilikan menjadi kunci dalam menilai siapa yang lebih merugi.

Struktur Kepemilikan dan Dampaknya

Binance telah mengalihkan sekitar 94 persen cadangan BTC miliknya pada awal 2025 ke stablecoin sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis. Sejak saat itu, sebagian besar BTC yang tersimpan di platform merupakan dana pelanggan. Oleh karena itu, penurunan harga Bitcoin tidak langsung memengaruhi neraca Binance, melainkan memengaruhi nilai aset yang dikelola untuk pengguna.

Berbeda dengan itu, Strategy menyimpan Bitcoin sebagai bagian dari strategi treasury korporat. Harga rata‑rata akumulasi Bitcoin Strategy tercatat sekitar US$75.476 per BTC, jauh di atas harga pasar saat ini yang berfluktuasi di kisaran US$60.000. Selisih tersebut menimbulkan unrealized loss sekitar 20 persen pada posisi yang belum dijual.

Penjualan Bitcoin Terbaru oleh Strategy

Dalam dua bulan terakhir, Strategy melakukan dua penjualan BTC. Penjualan pertama pada akhir Mei melibatkan 32 BTC senilai US$2,5 juta. Penjualan kedua, yang terjadi pekan ini, mencakup 3.588 BTC dengan nilai sekitar US$216 juta. Darkfost menilai penjualan tersebut lebih dipicu oleh kebutuhan likuiditas untuk membayar dividen sekuritas dan mendukung operasional, bukan karena perubahan pandangan fundamental terhadap Bitcoin.

Meski demikian, penjualan pada level harga US$60.000 memperbesar risiko realisasi kerugian. Jika Strategy kembali menjual dalam kondisi serupa, kerugian yang direalisasikan dapat meningkat secara signifikan, mengingat basis biaya yang lebih tinggi.

Perbandingan Kuantitatif

Entitas Jumlah BTC Basis Harga Rata‑Rata (USD) Harga Pasar Saat Ini (USD) Unrealized Loss Estimasi
Binance (aset pengguna) 656.561 ≈60.900 ≈60.000 ~1,5 %
Strategy (neraca perusahaan) 843.775 75.476 60.000 ~20 %

Data di atas menegaskan bahwa meskipun Binance menyimpan lebih sedikit BTC dibandingkan Strategy, basis biaya yang lebih rendah membuatnya relatif lebih tahan terhadap penurunan harga.

Risiko dan Prospek Kedepan

Jika harga Bitcoin tetap berada di bawah US$60.000 selama beberapa bulan ke depan, tekanan pada neraca Strategy akan terus berlanjut. Perusahaan mungkin harus menjual lebih banyak BTC untuk memenuhi kewajiban likuiditas, yang pada gilirannya dapat memperparah kerugian yang direalisasikan.

Di sisi lain, Binance dapat memanfaatkan penurunan harga untuk menarik lebih banyak pengguna yang mencari platform perdagangan dengan likuiditas tinggi. Karena aset utama Binance adalah stablecoin, volatilitas Bitcoin tidak langsung menggerus profitabilitasnya.

Kesimpulannya, dalam konteks Binance vs Strategy, Strategy berada pada posisi yang lebih rentan terhadap penurunan harga Bitcoin karena basis biaya yang tinggi dan eksposur langsung pada neraca. Binance, meski mengelola volume BTC yang besar, lebih terlindungi karena sebagian besar asetnya berada di tangan pengguna dan telah dialihkan ke stablecoin.

Investor dan pemangku kepentingan perlu memantau pergerakan harga Bitcoin serta kebijakan likuiditas masing-masing entitas. Keputusan penjualan selanjutnya dari Strategy akan menjadi indikator penting apakah perusahaan akan menahan posisi atau mengurangi eksposurnya lebih jauh.

Related Post

Terbaru