Jakarta, Kreasik – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menyatakan bahwa program nuklirnya tidak pernah ditujukan untuk mengembangkan senjata nuklir. Pernyataan ini disampaikan pada 2 Agustus 2026 melalui unggahan di X, tepat setelah Presiden Prabowo Subianto menyebutkan keinginan negara-negara Timur Tengah untuk memiliki senjata nuklir.
Inti artikel
- Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menyatakan bahwa program nuklirnya tidak pernah ditujukan untuk mengembangkan senjata nuklir
- Program nuklir Iran dikembangkan demi kebutuhan energi nasional dan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir
- Iran melalui Kedutaan Besarnya menegaskan bahwa program nuklir negara tersebut murni untuk kepentingan damai
Program nuklir Iran dikembangkan demi kebutuhan energi nasional dan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir. Kedutaan Besar Iran menekankan bahwa aktivitas ini dilakukan secara transparan di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sesuai hak yang dijamin dalam Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
Baca Juga:
Posisi Resmi Iran Soal Program Nuklir Damai
Iran melalui Kedutaan Besarnya menegaskan bahwa program nuklir negara tersebut murni untuk kepentingan damai. Menurut pantauan Kreasik, fatwa Pemimpin Tertinggi Iran mengharamkan kepemilikan senjata nuklir, sementara teknologi nuklir difokuskan pada sektor energi, kesehatan, dan penelitian ilmiah.
Selain itu, senjata pemusnah massal tidak termasuk dalam doktrin pertahanan Iran. Iran mengklaim telah menerapkan mekanisme inspeksi nuklir paling ketat di dunia, menjadikan programnya transparan dan sesuai hukum internasional.
Prabowo Soroti Keinginan Arab Saudi dan Negara Timur Tengah Lain
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Mesir ingin memiliki senjata nuklir akibat eskalasi konflik yang terjadi. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan dengan pengusaha melalui KADIN pada akhir Juli 2026.
Kreasik mencatat bahwa pernyataan Prabowo memicu reaksi langsung dari pihak Iran, yang kemudian membantah melalui media sosial resmi. Bantahan itu menegaskan bahwa Iran tak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan menolak tuduhan tersebut.
Negara-Negara dengan Senjata Nuklir Beserta Jumlah Hulu Ledaknya
Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) mencatat sembilan negara memiliki senjata nuklir dengan estimasi jumlah hulu ledak pada 2026. Data ini mencakup negara-negara yang terikat Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
Berikut perinciannya:
| Negara | Hulu Ledak Siap Digunakan (2026) | Hulu Ledak Tersimpan (2026) | Total Estimasi |
|---|---|---|---|
| Amerika Serikat | 1.770 | 1.930 | 3.700 |
| Rusia | 1.796 | 2.604 | 4.400 |
| Inggris | 120 | 105 | 225 |
| Prancis | 120 | 170 | 290 |
| Cina | 34 | 586 | 620 |
| India | 12 | 178 | 190 |
| Pakistan | – | 170 | 170 |
| Korea Utara | – | 60 | 60 |
| Israel | – | 90 | 90 |
Angka-angka ini menunjukkan eskalasi potensi nuklir di dunia, yang menjadi latar belakang pernyataan Prabowo.
Peran NPT dan IAEA dalam Pengawasan Program Iran
Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) menjadi dasar hukum internasional yang mengatur program nuklir. Iran menegaskan bahwa kegiatan nuklirnya sesuai hak yang dijamin di bawah perjanjian tersebut dan diawasi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Inspeksi yang diterapkan Iran dianggap paling ketat di dunia. Menurut Kedutaan Besar Iran, ini menunjukkan komitmen negara tersebut terhadap transparansi dan pencegahan penyebaran senjata nuklir.
Dampak Geopolitik Pernyataan Prabowo terhadap Stabilitas Regional
Pernyataan Prabowo soal keinginan negara Timur Tengah punya senjata nuklir berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan. Hal ini mencerminkan eskalasi yang terus terjadi, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Untuk Indonesia sebagai negara tetangga, pernyataan ini mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas regional dan diplomasi yang bijak. Kreasik mencatat bahwa bantahan Iran melalui unggahan resmi menjadi respons diplomatik yang tegas terhadap isu ini.
FAQ
Apa yang dikatakan Iran soal program nuklirnya?
Iran menegaskan program nuklirnya murni untuk tujuan damai dan energi nasional, bukan pengembangan senjata nuklir. Pernyataan ini dikeluarkan Kedutaan Besar Iran melalui media sosial pada 2 Agustus 2026.
Negara mana saja yang memiliki senjata nuklir?
Sembilan negara terikat NPT, antara lain Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, Cina, India, Pakistan, Korea Utara, dan Israel, dengan estimasi total hulu ledak mencapai ribuan unit.
Apa peran Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir?
NPT mengatur pembatasan senjata nuklir dan pengawasan oleh IAEA untuk mencegah penyebaran. Iran mengklaim mengikuti mekanisme ini secara ketat.
Bagaimana dampak pernyataan Prabowo?
Pernyataan ini memicu bantahan resmi dari Iran dan menyoroti eskalasi geopolitik di Timur Tengah, yang berpotensi memengaruhi stabilitas regional.




